PIJAKAN AWAL

Baca: IBRANI 11


Bacaan tahunan: Kejadian 31-33

Selain pesta dan perayaan, tahun baru biasanya diwarnai oleh ramalan-ramalan yang berusaha memprediksikan situasi dan kondisi sepanjang tahun. Ada yang menggembirakan, tetapi lebih banyak menakutkan dan mengkhawatirkan. Namun, satu hal yang dominan dalam setiap prediksi tersebut adalah unsur ketidakpastian.

Ketidakpastian sering kali menjadi momok dalam kehidupan kita. Untuk itulah kita butuh pijakan yang kokoh demi meraih kepastian dalam kehidupan ini. Pijakan ini berlandaskan dasar dari segala sesuatu yang diharapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak dilihat (ay. 1). Iman senantiasa memberikan jawaban atas kebutuhan kita akan kepastian hidup.

Alkitab mencatat bahwa iman telah menuntun para saksi iman melakukan perkara-perkara mustahil, di luar pemahaman kita. Kegemilangan hidup mereka dimulai dari keputusan menjadikan iman sebagai pijakan awal untuk menjalani seluruh rancangan Ilahi dalam hidup mereka. Keputusan tersebut bertolak dari keyakinan dan kepastian mereka akan pengharapan dan visi terhadap janji-janji Tuhan.

"Faith is taking the first step even when you don't see the whole staircase, " demikian ujar Martin Luther King, Jr. Iman menjadi pijakan awal untuk menjalani hari-hari penuh misteri yang terbentang di depan mata kita. Pijakan ini penting karena menegaskan adanya kepastian untuk melihat keajaiban demi keajaiban tatkala menjalani hari demi hari yang akan kita lewati sepanjang tahun. --EML/www.renunganharian.net


IMAN ADALAH LANDASAN BAGI PIJAKAN YANG TEPAT UNTUK MENGAWALI LANGKAH KAKI KITA DI TAHUN YANG BARU.


Navigation

Change Language

Social Media