SATU DALAM KRISTUS

Baca: GALATIA 3:15-29


Bacaan tahunan: Kejadian 34-36

Nelson Mandela adalah seorang kepala negara kulit hitam pertama di Afrika Selatan. Patung perunggu seberat 4, 5 ton di pekarangan gedung pemerintah Union menjadi sebuah penghargaan untuk mengenang beliau yang sudah mengusahakan kesatuan dan rekonsiliasi sehingga Afrika Selatan sekarang menjadi negara demokratis yang merangkul semua bangsa. Dia adalah seorang tokoh penentang apartheid yang terkenal dengan mottonya "Ayo kita bersatu!"

Sikap membeda-bedakan juga terjadi di jemaat Galatia. Jemaat Galatia terdiri dari orang-orang yang berbeda latar belakang dan status sosial (ay. 28) sehingga Paulus meyakinkan bahwa mereka adalah satu di dalam Kristus dan sama-sama memperoleh janji keselamatan (ay. 29). Semua sama dan perlu untuk saling mendukung dalam pertumbuhan rohani (Gal. 5:14-15, 6:2). Apalagi jemaat yang termasuk keturunan Yahudi juga mulai sombong karena merasa memiliki hukum Taurat dan merasa lebih unggul dari bangsa non-Yahudi sehingga Paulus membongkar kesombongan dan tindakan rasis ini. Justru, perbedaan seharusnya membuat jemaat bisa bersatu dan tidak memandang sebelah mata terhadap sesama.

Selama seseorang berada dalam Kristus, dia adalah saudara kita. Entah ia berasal dari suku yang lain dengan kita, tetaplah ia saudara kita dalam Tuhan. Setiap orang yang mengakui Kristus adalah Tuhan adalah murid Kristus. Sesama kita juga perlu ditolong untuk bertumbuh. Terima dia dan kasihilah dia seperti Allah mengasihi kita. Jika kita membeda-bedakan seseorang, maka akan ada perpecahan yang terjadi dan hidup kita tidak menjadi kesaksian yang memuliakan nama-Nya. --YDS/www.renunganharian.net


PERSATUAN ITU DIMULAI DARI RUKUNNYA SESAMA ANAK TUHAN. JANGAN PERNAH MEMBEDA-BEDAKAN KARENA SIFAT ITU BUKANLAH DARI ALLAH.


Navigation

Change Language

Social Media