Renungan Harian
WARISAN ABADI
04 July 2026
Baca: PENGKHOTBAH 5:10-19
Bacaan tahunan: Mazmur 106-107
Penulis kitab Pengkhotbah mengingatkan bahwa mengejar kekayaan tanpa arah yang benar adalah sia-sia. Ada orang bisa bekerja keras dan mengumpulkan harta, tetapi tetap gelisah dan tidak menikmati hidup. Ayat 11 menyoroti paradoks ini: orang yang bekerja keras dan hidup sederhana justru tidur nyenyak, sementara orang kaya yang serakah tidak tenang hidupnya. Mengapa? Karena hartanya justru membawa kekhawatiran, kecemasan, dan beban. Sebaliknya, orang biasa yang bekerja dengan jujur dapat tidur dengan nyenyak karena hatinya dipenuhi ketenangan.
Kebenaran firman Tuhan hari ini membuat saya bertanya, apa yang akan kita wariskan setelah kita tiada? Warisan abadi sejatinya bukanlah rekening bank, melainkan karakter, kasih, iman, dan pengaruh yang kita tinggalkan dalam hidup orang lain. Apa yang kita tabur hari ini, kepada keluarga, komunitas, dan pelayanan, akan menjadi warisan rohani yang terus hidup. Kiranya kebenaran ini mengingatkan kita untuk hidup dengan tujuan kekal, yakni mewariskan hati yang disentuh oleh kasih Kristus melalui hidup kita. --SYS/www.renunganharian.net
WARISAN TERBESAR BUKAN APA YANG KITA TINGGALKAN DI TANGAN ORANG, TAPI APA YANG KITA TANAM DI HATI SETIAP ORANG.Renungan Harian

