MATI BAGI DOSA

Baca: ROMA 6


Bacaan tahunan: Hosea 7-14

Seorang pemuda datang ke seorang hamba Tuhan lalu menceritakan pergumulannya. "Saya tidak tahu lagi bagaimana harus mengatasi dosa ini. Saya selalu kalah, kalah, dan kalah sehingga saya merasa tak ada harapan untuk menang atasnya, " ujarnya sambil menyebutkan dosa yang sering diperbuat olehnya. Sang hamba Tuhan lalu menasihatkan agar pemuda tersebut senantiasa mengingatkan dirinya bahwa ia telah mati bagi dosa dan hidup bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari dosa.

Mengawali nasihatnya kepada jemaat di Roma, perikop ini menyebutkan bahwa orang percaya hendaknya tidak bertekun dalam dosa (ay. 1). Dosa pada ujungnya akan membawa pelakunya kepada maut (ay. 23). Bagaimana supaya dapat menang atas dosa? Tak ada cara lain kecuali memandang bahwa kita telah mati bagi dosa, sekaligus mengarahkan hati dan pikiran untuk hidup bagi Allah. Seseorang tidak dapat bertekun dalam dosa, tetapi pada waktu bersamaan ia sedang hidup bagi Allah. Sebaliknya, seseorang yang mengarahkan hidupnya bagi Allah tentu tidak akan tahan berlama-lama hidup berkubang dalam dosa. Roh Kudus akan menginsafkan orang tersebut, menyadarkannya, lalu mendorongnya untuk segera bertobat.

Perjuangan untuk memilih hidup dalam dosa atau hidup bagi Allah akan menjadi pergumulan seumur hidup bagi setiap orang percaya. Keputusan sepenuhnya ada di tangan kita, apakah kita akan memilih hidup bagi Allah atau bertekun di dalam dosa. Jika saat ini kita sedang bergumul terhadap dosa, ini waktunya mengarahkan fokus hidup kita ke arah yang tepat, yakni hidup bagi Allah di dalam Kristus. --GHJ/www.renunganharian.net


HIDUPLAH BAGI ALLAH, MAKA DOSA AKAN KEHILANGAN DAYA PIKATNYA.


Navigation

Change Language

Social Media