MENGHADAPI MASALAH

Baca: Roma 8:18-30


Bacaan tahunan: Yesaya 32-37

Aisyah, anak berusia 8 tahun asal Medan, merawat ayahnya yang sakit di atas becak karena mereka tak memiliki tempat tinggal. Setiap hari ia bersama ayahnya berpindah-pindah karena takut diusir oleh warga. Aisyah terpaksa kehilangan masa kanak-kanak demi menolong ayahnya. Meski demikian Aisyah tetap tegar menjalaninya bersama sang ayah semampu mereka. Ketika kisahnya menjadi viral, bantuan pun mengalir. Ayahnya bisa menjalani pengobatan dan Aisyah pun bisa kembali sekolah.

Setiap kita punya pergumulan dan derita masing-masing. Namun tidak semua bisa merespons pergumulan ataupun penderitaan itu secara positif. Paulus menasehatkan, agar sebagai anak-anak Allah kita tetap memiliki pengharapan dalam menghadapi penderitaan apa pun. Sebab pada akhirnya kemuliaan akan diterima oleh mereka yang menaruh harapnya kepada Tuhan.

Paulus juga mengungkapkan bahwa semua makhluk merasakan derita karena dosa. Karena dosa hubungan Allah dan manusia rusak, hubungan sesama manusia rusak, hubungan manusia dengan alam semesta pun rusak. Kerusakan akibat dosa masih terus berlangsung hingga kini. Karena itu manusia mengeluh betapa beratnya hidup di dunia ini. Paulus mengibaratkan keluhan itu seperti seorang ibu yang menghadapi sakit bersalin (ay. 22).

Namun seperti Aisyah dan sang ayah yang tegar menghadapi deritanya, mari hadapi setiap derita kita dengan pengharapan. Sebab penderitaan adalah bagian yang tak terpisahkan dari hidup ini. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan, di balik setiap derita Tuhan punya rencana yang indah. --LL/www.renunganharian.net


MELARIKAN DIRI DARI MASALAH TIDAK AKAN MENGURANGI ATAU MENGHILANGKAN BOBOT MASALAH. MASALAH HARUS DIHADAPI SEBAB SETIAP MASALAH PASTI ADA JALAN KELUARNYA.


Navigation

Change Language

Social Media