TAK BERHENTI PERCAYA

Baca: 1 SAMUEL 30:1-6


Bacaan tahunan: Ayub 38-40

Seorang ibu bercerita, "Anak kami lahir autis, suami tidak bisa menerima. Ia menyalahkan saya. Katanya, saya tidak bisa menjaga diri selama masa kehamilan. Sejak itu sikapnya berubah, kata-katanya pedas dan menyakitkan, bahkan tidak jarang main pukul. Lebih-lebih ketika ia terkena PHK. Ia menganggap saya ini biang kesialan hidupnya. Saya benar-benar habis akal. Mengurus anak yang autis, menghadapi suami yang "gila", belum lagi harus mencari nafkah. Kalau bukan karena cinta Tuhan, saya sudah nekat ambil jalan pintas."

Daud merasakan betul pengalaman seperti itu. Ketika ia dan tentaranya kembali dari perjalanan ke beberapa daerah, mereka mendapati rumah dan harta benda mereka habis dibumihanguskan orang-orang Amalek. Keluarga mereka dijadikan tawanan. Mereka begitu pedih dengan kenyataan itu. Dari pedih, rakyat banyak itu berubah menjadi marah kepada Daud. Hampir saja terjadi pertumpahan darah di antara mereka sendiri. Apa yang harus dilakukan Daud saat itu menghadapi berbagai musibah yang terjadi? Di saat itu Daud memilih untuk menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan.

Ya, terkadang dalam menjalani hidup, tidak jarang kita mengalami situasi buruk yang tiba-tiba saja menerpa. Belajar dari pengalaman Daud untuk tidak berhenti berharap dan semakin menguatkan kepercayaan kepada Tuhan! Daud telah membuat pilihan yang tepat sehingga Tuhan pun menolongnya dan memulihkan keadaannya! Demikianlah Tuhan akan menyatakan pembelaan dan memulihkan keluarga kita saat kita menguatkan kepercayaan kita kepada-Nya. --SYS/www.renunganharian.net


KETIKA BADAI MASALAH SILIH BERGANTI MENERPA, LETAKKANLAH SAUH PENGHARAPAN KEPADA TUHAN YANG AKAN SELALU MENGUATKAN HIDUP KITA.


Navigation

Change Language

Social Media