1 ℃

Baca: 1 Samuel 30:1-25


Bacaan tahunan: Lukas 6-7

Air mendidih pada suhu 100 ℃. Lalu, bagaimana jika suhu air 99 ℃? Faktanya, kurang dari 1 ℃, air hanya akan disebut air panas! Penambahan 1 ℃ sangat berarti! 1 ℃ akan membedakan antara panci berisi cairan lemah dengan ketel mendidih bermuatan energi. Bertambahnya 1 ℃ dapat mengubah air menjadi tenaga uap, cukup digunakan untuk menggerakkan kereta dengan muatan berton-ton. (John C. Maxwell: Developing the Leaders around You, hlm. 21).

Daud terus diburu oleh Raja Saul sehingga ia lari dari satu tempat ke tempat lain. Sampai akhirnya ia menetap di Ziklag. Hari itu Daud mendapati Ziklag terbakar habis. Rupanya orang Amalek baru menyerang. Perempuan-perempuan dan anak-anak dibawa mereka sebagai tawanan. Hati Daud pedih, pula ia terjepit karena rakyat mengatakan hendak melemparinya dengan batu. Daud mungkin tergoda untuk berkata: "Cukup Tuhan! Aku sudah tidak kuat menanggung penderitaan ini!" Kenyataannya, ia justu menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan (ay. 6). Daud memimpin pertempuran dan ia menang (ay. 17). Dua hari berlalu, Daud menerima kabar kematian Saul (2Sam. 1:1-4). Berakhir sudah hari-hari Daud sebagai seorang pelarian! Daud dinobatkan menjadi raja, mula-mula atas Yehuda (2Sam. 2:4), kemudian atas seluruh Israel (2Sam. 5:3).

Dibanding lamanya hari-hari pelarian Daud, dua hari dapat diibaratkan 1 ℃. Beruntung sewaktu mengalami situasi sulit di Ziklag, Daud mau terus percaya kepada Tuhan. Kita pun mungkin seolah tidak kuat lagi menanggung penderitaan. Seperti Daud, teruslah bertahan dan jangan melepaskan iman. Yakinlah hanya sesaat lagi kita melihat jalan keluar dan menerima kelegaan dari Tuhan! --LIN/www.renunganharian.net


JANGAN MENYERAH DI TENGAH PENDERITAAN KARENA SESAAT LAGI TUHAN AKAN MEMBERIKAN KEPADA KITA KEMENANGAN!


Navigation

Change Language

Social Media