WARNA KASIH

Baca: MAZMUR 23


Bacaan tahunan: Bilangan 14-15

Seorang anak kecil meminta kertas gambar kepada ibunya. Anak itu suka warna biru, maka segera sesudah menerima kertas gambar itu, ia menggoresi semua bagiannya dengan pensil warna biru. "Bagus kan, Bu?" katanya sambil menunjukkan hasil karyanya. Sang ibu tersenyum, lalu berkata, "Bagus, Nak."

Kehidupan manusia ibarat sehelai kertas gambar. Pihak yang berkreasi ialah Tuhan. Dia menggoresi semua bagiannya dengan warna kasih. Terlihat di situ bukan satu warna, melainkan beragam. Selain biru, ada juga merah, hijau, hitam, dan ungu. Maksudnya, Tuhan tidak hanya melimpahkan kesenangan, tetapi juga mengizinkan hadirnya pergumulan. Daud mengerti akan kenyataan ini. Maka, saat mendeskripsikan tentang Tuhan sebagai gembala, selain menyebutkan padang berumput hijau, ia menyebut juga lembah kekelaman (ay. 2a, 4a). Didapatinya air yang tenang, didapati juga para lawan (ay. 2b, 5a). Pada warna dari setiap peristiwa tersebut, dilihatnya kasih, yakni Tuhan senantiasa menyertai. Alhasil, Daud tidak merasakan takut setiap kali berjalan dalam lembah kekelaman. Di tengah beratnya tantangan, ia masih dapat menikmati kebaikan Tuhan. Dan ia pun mengambil kesimpulan bahwa kebaikan dan kasih setia belaka mengikutinya seumur hidupnya (ay. 6a).

Situasi kehidupan kita saat ini mungkin tidak menampakkan warna cerah. Terlihat justru warna hitam, coklat, atau abu-abu. Datang bertubi-tubi pergumulan, beberapa bahkan terasa amat berat. Buang kesedihan dari dalam hati dengan mengingat bahwa warna-warna suram tadi juga adalah warna kasih milik Tuhan. Dia senantiasa menyertai kita sehingga di balik semua pergumulan tersebut, kita hanya akan melihat kebaikan. --LIN/www.renunganharian.net


DALAM KESENANGAN MAUPUN PENDERITAAN, DI SANA AKAN SELALU KITA TEMUKAN GORESAN KASIH TUHAN.


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media