Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: EFESUS 4:25-32
Bacaan tahunan: Bilangan 11-13
Bayangkan, kita hidup di kota yang penuh keramaian, persaingan, dan tekanan emosi. Nah, seperti itulah lingkungan hidup jemaat Efesus di zaman Paulus. Mereka harus menghadapi tantangan ekonomi dan budaya, juga kehidupan rohani yang menyesatkan. Dalam situasi demikian, gejolak aneka emosi negatif rentan menyelinap dan mengemudikan hidup mereka. Maka, Paulus-melalui sapaan yang penuh kasih dan wawasan bijaksana-mengajak mereka (dan kita) untuk menapaki hidup secara berbeda.
"Buang ...!" Itulah ajakan Paulus dalam Efesus 4:31. Bukan sekadar "kurangi" atau "pendam", melainkan "buang". Ini seperti membuang dan membersihkan kotoran yang menempel di badan. Sebab, kepahitan, kegeraman, kemarahan, kegaduhan, dan fitnah jelas merusak relasi. Lantas, itu semua secara perlahan tapi pasti, akan menggerogoti jiwa kita-melalui luka batin yang belum sembuh atau rasa kecewa.
Karena itu, Paulus tak berhenti pada ajakan, "Buang!" Ia juga menawarkan tindak lanjut konkret, gantilah semuanya itu dengan keramahan, kasih, dan pengampunan (ay. 32). Ini bukan nasihat moral biasa, melainkan panggilan untuk hidup dalam kasih Kristus. Kita diundang untuk hidup penuh damai, bukan sebagai tawanan dari masa lalu, tetapi sebagai pribadi baru yang dipulihkan oleh kasih karunia Allah.
Maka, mari kita memeriksa diri, masih adakah gejolak aneka emosi negatif di ruang batin kita? Tuhan menghendaki agar kita membuangnya-sehingga merasa lega, mampu mengasihi sesama, dan hidup lebih damai. --SAP/www.renunganharian.net
KEPAHITAN ITU IBARAT KANKER. IA MENGGEROGOTI INANGNYA. SEDANGKAN AMARAH ITU IBARAT API. IA MEMBAKAR HABIS SEMUANYA.-MAYA ANGELOU
Please sign-in/login using: