PRINSIP SEHAT HIDUP SEHAT

Baca: LUKAS 11:37-54


Bacaan tahunan: Nehemia 13

Seseorang mendapat undangan makan malam. Betapa girangnya ia melihat seorang pelayan membawa nampan berisi cangkir keramik dengan ukiran memesona. Segera setelah terhidang di meja, sang tuan rumah mempersilakannya untuk minum. Namun betapa kecewanya ia mendapati aroma kecoa yang tercium menyengat saat cangkir itu diangkatnya.

Tampak bersih, indah dan menarik dari luar namun tidak demikian kondisi dalamnya. Inilah yang menjadi perhatian Yesus akan sikap ahli Taurat. Mereka rajin mempelajari arti firman namun tidak melakukannya. Mereka hanya menggunakan Taurat untuk membebani orang lain. Mereka mengedepankan tradisi, peraturan, ibadah dan kesalehan yang berorientasi pada diri sendiri. Yesus pun menegur mereka karena menekankan hal yang remeh namun abai pada hal yang penting dalam hukum Taurat.

Untuk apa memelihara aturan dan membela arti firman jika dibalik semua itu tersembunyi hati yang dingin terhadap Allah dan sesama? Apa artinya tampak saleh, sopan, baik dan terpuji jika hanya kepalsuan tanpa kasih dari dalam hati? Perbuatan memang harus bersih, namun hati harus bersih juga. Kesucian harus berawal dari hati, untuk kemudian mewujud dalam tindakan. Jangan sampai perbuatan baik dan sikap yang manis dilakukan untuk mencari pujian orang lain. Menggali dan menafsirkan firman tanpa menghidupinya hanya menjadi kegiatan yang memuakkan hati Allah. Dan bersikap tidak taat kepada firman sama saja membunuh firman. Karena itu jangan sampai kita memiliki doktrin yang sehat namun hidup kita sesat! --EBL/www.renunganharian.net


MEMILIKI SEMANGAT MEMELIHARA PRINSIP YANG SEHAT HANYA MENJADI KESIA-SIAAN JIKA HIDUP KITA MASIH SESAT.


Navigation

Change Language

Social Media