Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: MAZMUR 34:16-20
Bacaan tahunan: 1 Samuel 13-14
Kehilangan orang yang kita kasihi, menghadapi kenyataan pahit, atau berjalan dalam lembah kehidupan sering membuat hati terasa hancur dan jiwa kita remuk. Dalam masa-masa seperti itu, kata-kata penghiburan terasa hambar dan keheningan terasa lebih nyaring dari sebelumnya. Namun, di tengah kedukaan yang mendalam, firman Tuhan hadir sebagai pelita yang menyala lembut-menguatkan, menghibur, dan menuntun.
Mazmur hari ini menyatakan bahwa Tuhan itu dekat. Ia bukan Allah yang jauh atau tidak peduli. Justru dalam air mata dan keheningan, kasih-Nya semakin nyata. Dia tidak hanya hadir, tetapi menyelamatkan. Bukan hanya dalam arti rohani, tetapi menyelamatkan kita dari kehancuran total, dari ketiadaan harapan, dan dari keputusasaan yang bisa membutakan iman kita. Yesus sendiri pun pernah menangis di depan kubur Lazarus (Yoh. 11:35). Ia tidak hanya mengerti penderitaan kita, Ia telah merasakannya. Dia adalah Imam Besar yang turut merasakan kelemahan kita (Ibr. 4:15). Itulah sebabnya, di tengah duka, kita dapat datang kepada-Nya bukan hanya sebagai Tuhan, tetapi sebagai Sahabat yang penuh belas kasih.
Duka memang bagian dari kehidupan, tetapi di dalam Kristus, tidak ada air mata yang sia-sia. Setiap tangisan dicatat-Nya (Mzm. 56:9). Di balik setiap kepedihan, Tuhan sedang bekerja membentuk kekuatan yang tidak terlihat. Mari hari ini kita serahkan duka kita kepada-Nya. Mungkin luka itu belum sembuh, tapi dalam pelukan kasih-Nya, kita bisa bertahan dan dipulihkan-sedikit demi sedikit. --DSK/www.renunganharian.net
SAAT ENGKAU TAK BISA MELIHAT TANGAN-NYA BEKERJA, PERCAYALAH PADA HATI-NYA.
Please sign-in/login using: