SI PENGKHIANAT

Baca: MATIUS 26:47-56


Bacaan tahunan: 1 Samuel 9-12

Siapa orang yang mengkhianati Yesus? Serempak kita menyebutkan satu nama, yaitu Yudas, salah seorang dari kedua belas murid-Nya. Alasannya jelas, Yudas menjual Yesus kepada imam-imam kepala (lih. Mat. 26:14-16).

Yudas menjalankan aksinya seusai Yesus berdoa di Taman Getsemani. Si pengkhianat datang bersama serombongan besar orang dengan membawa pedang dan pentung (ay. 47). Mereka hendak menangkap Yesus. Saat itu terlihat ada lagi orang yang mengkhianati Yesus, dan jumlahnya tidak sedikit. Siapa mereka? Jawabnya, kesebelas murid-Nya yang lain. Alkitab mencatat, "... semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri" (ay. 56b). Dari mereka yang selalu bersama dengan-Nya, tidak ada yang tetap tinggal di sisi-Nya. Juga mereka adalah "si pengkhianat". Peristiwa penangkapan Yesus di Taman Getsemani membuka mata kita akan situasi memilukan saat ini. Terlihat teramat banyak orang mengkhianati Yesus. Termasuk di antara mereka ialah kita. Bukankah kita kerap melakukan perbuatan setara "meninggalkan Yesus"? Daripada melakukan kehendak-Nya, terlebih suka kita menuruti keinginan-keinginan dosa.

Yudas menggantung diri, dan dengan demikian berakhir kisah "si pengkhianat" (Mat. 27:5). Kesebelas murid kembali berkumpul. Ditambah Matias, pengganti Yudas, mereka menyebarkan Injil ke seluruh dunia (Kis. 1:26). Bukan lagi mereka disebut "si pengkhianat", melainkan "para rasul". Kita "si pengkhianat" jangan mengikuti jejak Yudas. Jangan berputus asa saat menyadari bahwa kita telah meninggalkan Tuhan. Ikutilah jejak kesebelas murid. Datanglah kembali kepada Tuhan, akui dosa-dosa kita di hadapan-Nya. Selanjutnya mohon kekuatan untuk dapat bertahan setiap kali keinginan dosa muncul. --LIN/www.renunganharian.net


SAAT TERSADAR BAHWA KITA TELAH BERKHIANAT, MARI LEKAS KITA BERTOBAT.


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media