PENDERITAAN DALAM PELAYANAN

Baca: 2 KORINTUS 11:23-33


Bacaan tahunan: Kejadian 22-24

Kalau ada yang bertanya, apa buktinya bahwa kita seorang pelayan Tuhan yang sejati? Apa yang akan kita beberkan untuk meyakinkan sang penanya? Mungkin, kita akan membanggakan durasi dan prestasi pelayanan. Kita juga akan menyebutkan aneka jabatan prestisius dalam riwayat pelayanan kita. Intinya, kita akan mempresentasikan hal-hal yang positif dalam pelayanan kita.

Sewaktu jemaat di Korintus meragukan Paulus sebagai rasul dan pelayan Tuhan, ia malah menjawab mereka dengan memberikan daftar penderitaannya dalam pelayanan. Membaca daftar penderitaannya bisa membuat kita meringis dan menangis. Mengapa Paulus melakukannya? Karena ia menyakini bahwa pelayanan tidak pernah jauh dari pergumulan dan penderitaan. Semakin kita serius melayani Tuhan dan sesama maka semakin banyak rintangan dan hambatan yang akan kita hadapi. Tentu saja, bagi Paulus bukan semata-mata kuantitas penderitaannya tetapi kualitas kesetiaan dan kesungguhan kita untuk melayani di tengah penderitaan itu. Namun, Paulus mengingatkan kita bahwa pergumulan dan penderitaan dalam pelayanan adalah hal yang normal. Kita tidak perlu kaget dan kecewa.

Bagaimana supaya kita bertahan dalam pelayanan yang penuh tantangan? Kuncinya seperti yang Paulus katakan, kita harus selalu mengingat dan menghayati bahwa kita adalah pelayan Kristus (ay. 23). Kita bukan pelayan manusia belaka. Apa pun yang kita lakukan adalah bagi Kristus. --JIM/www.renunganharian.net


PENDERITAAN DALAM PELAYANAN MENGUJI MOTIVASI KITA: SIAPA YANG SEBENARNYA KITA LAYANI.


Navigation

Change Language

Social Media