MENGENAL IDENTITASNYA

Baca: Titus 2:1-10


Bacaan tahunan: Yehezkiel 43-45

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata "identitas" memiliki arti ciri-ciri atau keadaan khusus seseorang, atau dapat juga diartikan sebagai jati diri. Identitas akan mengatur posisi seseorang dan tanggung jawab apa yang harus dilakukan. Seseorang yang tahu identitas sebagai karyawan, tentunya ia akan memiliki sikap tunduk, hormat dan taat pada setiap keputusan otoritas di atasnya. Ia pasti tahu batas-batas mana yang wajib dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukannya.

Di hadapan Tuhan, kita hanyalah seorang hamba atau pelayan. Paulus memperkenalkan diri sebagai "hamba (budak) dari Tuhan Yesus Kristus", dan sebagai "rasul-Nya". Rupanya ia sangat bangga menyebut dirinya dengan sebutan ini. Padahal pada masa itu, dan kapan pun, menjadi seorang budak adalah suatu hal yang paling tidak menyenangkan bagi siapa pun. Tetapi menjadi budak (hamba) Yesus Kristus, yang telah lunas dibeli oleh Dia, adalah hal yang menggembirakan.

Rasul Paulus mengingatkan kita: "Hamba-hamba hendaklah taat kepada tuannya dalam segala hal dan berkenan kepada mereka, jangan membantah" (ay. 9). Identitas seorang hamba atau pelayan Tuhan seharusnya memiliki jati diri bahwa ia adalah seorang yang tidak curang dan selalu tulus dan setia, supaya dengan demikian setiap orang dalam segala hal akan memuliakan ajaran Allah (ay. 10). Seorang hamba Tuhan adalah seorang yang patuh dan melakukan apa pun keinginan Allah dengan sebuah tujuan agar Allah disenangkan. --SYS/www.renunganharian.net


SEORANG YANG MENGENAL IDENTITASNYA DENGAN BAIK, PASTI TAHU POSISI DAN TANGGUNG JAWABNYA.


Navigation

Change Language

Social Media