Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: LUKAS 10:1-20
Bacaan tahunan: 1 Tawarikh 22-24
Sebagai seorang Kristen, kita pasti bergembira ketika ambil bagian dalam pelayanan yang membawa hasil yang baik. Misalnya, kita memimpin pujian dalam ibadah yang memberkati banyak jemaat. Kita memberitakan Injil dan menuntun orang-orang kepada Kristus. Kita melakukan pelayanan pelepasan serta menolong orang yang kerasukan roh jahat. Kita berdoa dan orang-orang sakit mengalami kesembuhan dan pemulihan. Serta beragam jenis pelayanan yang membuat kita bangga menjadi pengikut Kristus. Namun, dari semua itu, manakah yang seharusnya menjadi sukacita yang terbesar bagi seorang Kristen?
Selain memilih dua belas murid, Tuhan Yesus juga memilih tujuh puluh murid lainnya. Ia menetapkan mereka untuk pergi mendahului-Nya ke tempat-tempat yang akan dikunjungi-Nya. Mereka diberi beberapa instruksi dan larangan dalam menjalankan misi itu. Mereka juga diberi otoritas untuk melakukan berbagai mukjizat. Setelah itu, mereka kembali berkumpul. Ini semacam evaluasi pelayanan. Pengalaman mereka membuktikan bahwa kuasa Allah terpancar nyata dalam pelayanan mereka. Bahkan setan-setan pun takluk kepada mereka. Tak heran mereka diliputi kegembiraan.
Namun, dari semua pengalaman itu Tuhan Yesus mengingatkan bahwa sukacita mereka tidak boleh didasarkan pada perbuatan diri sendiri. Bukan pada prestasi pelayanan. Melainkan pada apa yang hanya dapat dikerjakan Allah sendiri bagi manusia berdosa. Yaitu, Dia menebus dan menyelamatkan kita. Dia menuliskan nama kita dalam Kitab Kehidupan di surga. Ya, merayakan keselamatan yang dianugerahkan-Nya itulah yang sepatutnya jadi sumber sukacita kita dalam melakukan berbagai pelayanan di dunia ini. --HT/www.renunganharian.net
KITA HANYA AKAN MENGALAMI SUKACITA YANG SEJATI DI SAAT KITA BERSANDAR PADA PERBUATAN-PERBUATAN ALLAH BAGI DIRI.
Please sign-in/login using: