MENJADI "JEMBATAN"

Baca: LUKAS 5:27-32


Bacaan tahunan: 1 Tawarikh 18-21

Ketika akan berpindah ke tempat baru, terkadang kita akan mencari orang yang berasal dari tempat baru itu. Dari orang itu, kita mendapat banyak informasi mengenai tempat itu seperti: keadaan, kebiasaan, budaya, dan lainnya. Kita pun dapat dikenalkan dengan orang-orang di sana sehingga tidak kesulitan dalam berinteraksi. Orang ini telah menjadi "jembatan" bagi kita.

Setelah Lewi, seorang pemungut cukai, mengikut Yesus, ia mengadakan perjamuan besar untuk Yesus. Lewi tentunya bersyukur bahwa Yesus berkenan memanggilnya, orang yang terpinggirkan, sehingga karena sukacitanya, ia mengadakan perjamuan. Hal yang menarik adalah ia tidak hanya mengundang Yesus saja, tetapi di situ ada teman-teman lamanya, sesama pemungut cukai dan orang-orang berdosa, yang ikut makan.

Lewi telah memberikan dirinya menjadi "jembatan" bagi banyak pemungut cukai dan orang-orang berdosa untuk dapat berjumpa dengan Yesus melalui perjamuan makan itu. Tentunya bukan hal yang mudah bagi orang-orang yang terpinggirkan karena statusnya, untuk dapat berelasi dengan Yesus. Dan ternyata hal ini menjadi cemoohan orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang beranggapan bahwa Yesus tidak pantas makan bersama dengan mereka.

Di sekitar kita ada banyak orang yang belum mengenal Yesus, malu, takut, atau tidak tahu bagaimana cara mengenal Yesus. Mereka sedang menanti-nantikan siapa yang akan menolong mereka. Marilah kita yang telah mengenal Dia, menyediakan diri menjadi "jembatan" bagi mereka untuk berjumpa dan mengenal Yesus, dengan menceritakan kasih Kristus kepada mereka. --ANT/www.renunganharian.net


JADILAH "JEMBATAN" UNTUK BANYAK ORANG KEPADA YESUS.


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media