Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: ROMA 6:1-14
Bacaan tahunan: 1 Tawarikh 6
Pisau adalah perlengkapan mendasar yang dapat dipastikan selalu ada di setiap rumah. Tanpa pisau, hampir semua proses memasak menjadi sulit. Pisau juga akan selalu dijaga ketajamannya karena pisau tajam lebih aman digunakan. Sementara pisau tumpul justru berisiko meleset saat dipakai. Namun, bagaimana dengan pisau yang justru digunakan untuk melukai atau bahkan menghilangkan nyawa orang lain? Apakah pisau yang ada di seluruh muka bumi harus dimusnahkan supaya kejahatan semacam ini tidak lagi terjadi?
Bukan pisau tajam yang harus dimusnahkan karena pisau tajam adalah alat yang netral secara moral. Hanya, untuk menghasilkan karya yang bermanfaat maka pisau harus berada di tangan yang tepat. Demikian pula dengan diri kita. Tubuh, pikiran, dan waktu kita tak ubahnya pisau itu. Ketika kita menyerahkannya kepada dosa, hidup kita akan menjadi alat kerusakan. Namun, ketika kita menyerahkan diri kepada Allah untuk dipakai-Nya menjadi senjata kebenaran maka keberadaan kita akan menjadi berkat bagi sesama, bahkan juga kemuliaan bagi nama Tuhan.
Paulus mengingatkan bahwa kita semestinya sudah mati bagi dosa dan hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus. Karena itu, sudah selayaknya kita tidak lagi menuruti keinginan dosa, ganti menyerahkan segenap hidup menjadi senjata kebenaran bagi Tuhan. Pikiran tak lagi dipenuhi dengan keinginan, mulut tak lagi suka menghasut dan tangan jauh dari kejahatan. Karena menjadi senjata kebenaran berarti memberkati, bukan menyakiti. Membangun kehidupan, bukan malah menghancurkan. --EBL/www.renunganharian.net
TUBUH JASMANI KITA IBARAT MEDAN PERANG BAGI PENCOBAAN, KEMENANGAN AKAN KITA DAPATKAN KETIKA BERSERAH PENUH KEPADA TUHAN.
Please sign-in/login using: