PERCAYAI TUNTUNAN-NYA

Baca: BILANGAN 14:1-37


Bacaan tahunan: Keluaran 11-13

Pengalaman kita dalam mengikut Tuhan memberi kesan bahwa tidak semua perjalanan hidup yang kita lalui, bebas dari persoalan dan pergumulan hidup, bahkan, pada kondisi tertentu kita bertanya, "Apakah Tuhan masih bisa dipercaya untuk menuntun hidupku?" Kesulitan hidup seseorang akan menggoncangkan dasar-dasar pemikirannya tentang kebaikan Tuhan, sehingga orang tersebut dapat kehilangan alasan untuk memercayai tuntunan Tuhan.

Hati seluruh rakyat Israel menjadi tawar sesaat setelah mendengar berita buruk dari kesepuluh pengintai itu. Mereka pun bersungut-sungut kepada Allah, "Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?" Mereka nampaknya lebih suka kembali pada "hidup lama mereka" dan "tinggal di Mesir" daripada mengikuti tuntunan Tuhan, yang mengharuskan mereka menghadapi persoalan hidup yang rumit.

Dalam perjalanan kita mengikuti Tuhan, ada kalanya kita ragu akan tuntunan-Nya, sebab, kenyataan hidup yang kita jalani bersama-Nya, membawa kita kepada kesulitan hidup yang menakutkan. Tak jarang kita ingin kembali pada kehidupan lama kita, tinggal "di Mesir". Ya, rupanya banyak yang berpikir bahwa kehidupan lama (sebelum mengikuti kehendak Tuhan) adalah kehidupan yang jauh lebih baik. Jelas, bahwa perasaan tidak puas dan ingin kembali kepada kehidupan lama menunjukkan hilangnya kepercayaan kita pada pimpinan Tuhan. Kisah tentang bangsa Israel ditulis sebagai pembelajaran untuk kita agar kita tidak jatuh seperti pemberontakan yang mereka lakukan kepada Tuhan. --SYS/www.renunganharian.net


TUHAN TIDAK SELALU MEMBERI JALAN MUDAH KETIKA KITA MENGIKUTI KEHENDAK-NYA. MASIHKAH KITA MEMERCAYAI-NYA?


Navigation

Change Language

Social Media