PENGAKUAN IMAN PETRUS

Baca: MATIUS 16:13-20


Bacaan tahunan: Kejadian 38-40

Di daerah Kaisarea Filipi, Yesus bertanya kepada para murid-Nya, "Menurut kamu, siapakah Aku ini?" (ay. 15). Tempat itu dikenal sebagai pusat penyembahan dewa-dewa kafir, penuh kuil dan simbol-simbol kekuasaan dunia. Di tengah arus keyakinan yang beragam dan kebingungan identitas rohani, Yesus memilih tempat itu untuk menanyakan identitas diri-Nya dan meletakkan fondasi gereja-Nya. Ini sebuah pilihan yang mengejutkan. Jelas, Yesus ingin menegaskan bahwa Gereja akan berdiri kokoh di tengah dunia yang goyah.

Ketika itu, Petrus menjawab dengan penuh keyakinan, "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" (ay. 16). Jawaban ini tidak lahir dari pemahaman manusiawi semata, melainkan dari pewahyuan Allah. Dan, di atas pengakuan iman inilah, Yesus mendirikan jemaat-Nya-bukan di atas pribadi Petrus, tetapi di atas dasar iman sejati yang diungkapkan Petrus. Di sinilah kita belajar bahwa fondasi rohani yang kuat tidak dibangun di atas popularitas, fasilitas, atau tradisi, melainkan di atas pengenalan pribadi secara mendalam akan Kristus yang hidup.

Membangun kehidupan rohani bukanlah memperkuat penampilan, melainkan memperdalam dasar iman. Seseorang bisa saja rajin melayani, aktif di gereja, atau memiliki aneka jabatan penting dalam organisasi kekristenan. Namun, jika ia tidak mengenal Kristus secara pribadi, semuanya itu akan rapuh. Maka, memeriksa fondasi kehidupan iman itu penting. Sudahkah iman kita dibangun di atas batu karang pengenalan pribadi yang mendalam akan Yesus? --SAP/www.renunganharian.net


PENGAKUAN IMAN BUKANLAH IMAJINASI KREATIF, MELAINKAN RESPONS KEPADA DIA YANG MENYATAKAN DIRI-NYA DALAM KRISTUS. -R.C. SPROUL


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media