PEMOTRET TERPOTRET POTRET

Baca: EFESUS 3


Bacaan tahunan: Yesaya 1-4

Ketika pemotret memotret seseorang, dia merekam sesuatu dari si terpotret, dan menuturkan itu lewat potret yang dihasilkan. Tentu, potret itu bertutur tentang si terpotret: anggun, sederhana, ramah, dll. Namun, potret itu juga bertutur tentang si pemotret: angle yang dipilihnya, selera estetikanya, nilai-nilai yang dihidupinya, dan sebagainya. Semua potret berbicara tentang si terpotret dan si pemotret.

Paulus mengenal Kristus dengan amat dalam. Pengenalan itu dia tuliskan dalam surat-suratnya. Tulisan itu bermaksud menunjukkan Kristus. Tetapi, coba cermati kata Paulus, "Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui pengertianku tentang rahasia Kristus." Anda lihat? Surat Paulus itu pun ternyata seperti potret: tidak hanya memberi gambaran tentang Kristus, tetapi juga tentang Paulus sendiri, yakni pengertian Paulus tentang Kristus. Tulisan Paulus tentang Kristus itu (potret) berbicara tentang Kristus (terpotret) dan tentang Paulus sendiri (pemotret).

Demikianlah. Berbicara-lisan, tertulis, atau cara lainnya-adalah memotret. Ketika kita membicarakan sesuatu atau seseorang, paparan kita memberi gambaran tentang hal atau orang yang kita bicarakan, dan juga tentang diri kita sendiri: kita menghormati, atau merendahkan sesama; memahami masalah, atau tak mengerti; menyukai kebenaran, atau dusta; menabur damai, atau kemelut; demikian seterusnya.

Sungguh, sangatlah penting bagi kita memperhatikan kenyataan tersebut agar kita selalu ingat untuk senantiasa mengendalikan diri. --EE/www.renunganharian.net


TIAP LEMBAR POTRET MEMOTRET SI TERPOTRET, DAN SEKALIGUS MEMOTRET SI PEMOTRET.


Navigation

Change Language

Social Media