EN ID

Renungan Harian

PEMELIHARAAN ILAHI

05 July 2026

Baca: RUT 2


Bacaan tahunan: Mazmur 108-114

Pemeliharaan Ilahi kerap keliru diartikan sebagai tindakan satu arah. Hanya satu pihak yang berperan, yakni Tuhan. Tuhan saja memberkati, lalu manusia tinggal menerima dan menikmati berkat Tuhan. Seolah tidak dibutuhkan inisiatif manusia untuk melakukan sesuatu. Tidak perlu adanya upaya atau bekerja. Faktanya tentu tidak demikian. Membaca kisah Rut akan membantu kita mengerti kebenaran ini.

Rut mengalami pemeliharaan Ilahi saat pulang ke tanah Yehuda bersama mertuanya, Naomi. Ia makan kenyang, bahkan ada sisanya (ay. 14). Ia membawa pulang ke rumahnya persediaan bahan makanan yang melimpah. Pada akhirnya ia menjadi istri Boas, seorang pria terpandang dan kaya raya (Rut 4:13). Terlihat jelas peranan Tuhan memberkati Rut. Namun, apabila kita amati, ada juga peranan Rut di situ. Rut berinisiatif memungut bulir-bulir jelai di belakang para penyabit. Sesudah mendapat izin dari mertuanya, ia segera melangkahkan kakinya ke ladang di mana Tuhan menuntunnya (ay. 2-3). Dari pagi sampai saat mata Boas, si pemilik ladang itu, memandangnya, ia terus sibuk bekerja (ay. 7). Kemudian, Rut menjalankan usul Naomi untuk menyelinap ke tempat pembaringan Boas demi dapat bercakap-cakap dengannya perihal kelanjutan masa depannya (Rut 3:7-9).

Benar Tuhan suka memberkati, bahkan secara melimpah. Namun, berkat tidak begitu saja turun dari langit. Tidak otomatis segala kebutuhan tersedia di depan mata. Selain peranan Tuhan, dituntut juga peranan manusia. Maka, tidak dapat manusia mengatasnamakan pemeliharaan Ilahi untuk menoleransi kemalasan atau keengganan. Jika rindu diberkati maka munculkan inisiatif kita. Maulah kita untuk berupaya. Singsingkan lengan untuk giat bekerja. --LIN/www.renunganharian.net
KEBENARAN BAHWA TUHAN MEMELIHARA KEHIDUPAN TIDAK BOLEH DIJADIKAN ALASAN BAGI MANUSIA UNTUK BERPANGKU TANGAN.

Komentar

Login terlebih dahulu untuk berkomentar
Alkitabku

Masuk untuk berkomentar

Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.

Pengaturan Baca