Renungan Harian
PEDULI PERINGATAN
15 November 2013
Baca: Kejadian 4:1-16
Dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya. (Kejadian 4:6-7)
Bacaan tahunan: Kisah Para Rasul 17-19
Ketika pecandu pornografi terhubung dengan internet, biasanya ia langsung menekan mouse atau layar sentuh untuk mencari materi pornografi. Mungkin banyak situs lain yang bagus dan bermutu, tetapi pikiran pecandu terfokus pada rangsangan seksual yang didorong oleh hawa nafsu. Pecandu seolah tidak peduli lagi dengan bisikan nurani yang berusaha menahan tangannya, peringatan firman Tuhan yang pernah ia baca, atau nasihat yang pernah ia dengar.
Kegagalan mengendalikan diri sangat sering berawal dari pengabaian atas peringatan agar kita tidak berdosa. Itu juga yang dialami Kain. Tuhan mengetahui apa yang Kain rencanakan dalam hatinya. Namun, Tuhan tidak menghalangi Kain berdosa, tetapi memperingatkannya dengan kasih. Tampak dari peringatan tersebut bahwa dosa itu sedemikian menggoda, begitu kuat daya tariknya. Meskipun demikian, Kain diingatkan untuk tidak menyerah. Apa mau dikata, Kain menyerah terhadap keinginan dosa yang mendorongnya untuk membunuh Habel, adik kandungnya sendiri.
Begitu juga dengan perilaku para pecandu. Kejatuhan berulang pada dosa yang sama diawali oleh ketertarikan dan keinginan untuk melakukan kembali hal tersebut. Ketika keinginan itu dibiarkan berkembang, godaan pun semakin membesar dan kian sulit ditanggulangi. Kita lalu kehilangan kekuatan untuk menahan godaan tersebut (lihat Yakobus 1:15). Andai kita langsung menaati peringatan mula-mula yang muncul dari dalam hati, godaan itu niscaya akan lebih mudah diatasi. --Heman Elia
Kegagalan mengendalikan diri sangat sering berawal dari pengabaian atas peringatan agar kita tidak berdosa. Itu juga yang dialami Kain. Tuhan mengetahui apa yang Kain rencanakan dalam hatinya. Namun, Tuhan tidak menghalangi Kain berdosa, tetapi memperingatkannya dengan kasih. Tampak dari peringatan tersebut bahwa dosa itu sedemikian menggoda, begitu kuat daya tariknya. Meskipun demikian, Kain diingatkan untuk tidak menyerah. Apa mau dikata, Kain menyerah terhadap keinginan dosa yang mendorongnya untuk membunuh Habel, adik kandungnya sendiri.
Begitu juga dengan perilaku para pecandu. Kejatuhan berulang pada dosa yang sama diawali oleh ketertarikan dan keinginan untuk melakukan kembali hal tersebut. Ketika keinginan itu dibiarkan berkembang, godaan pun semakin membesar dan kian sulit ditanggulangi. Kita lalu kehilangan kekuatan untuk menahan godaan tersebut (lihat Yakobus 1:15). Andai kita langsung menaati peringatan mula-mula yang muncul dari dalam hati, godaan itu niscaya akan lebih mudah diatasi. --Heman Elia
KEJATUHAN BERULANG PADA DOSA YANG SAMA DAPAT DICEGAH APABILA KITA MEMPERHATIKAN PERINGATAN PERTAMA.


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.