MENGASIHI DALAM SUNYI

Baca: RUT 2:5-13


Bacaan tahunan: Imamat 11-13

Suatu hari yang cerah di ladang milik Boas, Rut memungut sisa jelai. Ini dilakukannya demi menghidupi mertuanya dan dirinya. Rut adalah perempuan asing dari Moab, janda tanpa harta, tanpa status kewargaan, dan tanpa perlindungan. Artinya, ia tak berarti. Namun, hidupnya berbicara lebih nyaring daripada identitasnya. Tanpa banyak kata, ternyata Rut menghidupi kasih dan kesetiaan secara luar biasa!

Boas bersaksi, "Telah diceritakan orang kepadaku segala sesuatu yang kaulakukan terhadap ibu mertuamu ..." (ay. 11). Ini adalah pengakuan Boas atas kasih Rut yang dilakukannya secara diam-diam, tetapi nyata. Tanpa mencari perhatian, Rut menjadi pelaku kasih sejati-kasih yang berani berkorban dan bertahan dalam kesulitan.

Di zaman media sosial sekarang ini, banyak orang berlomba agar disorot dan dihargai. Namun, kisah Rut mengingatkan bahwa kasih yang tulus tidak butuh sorotan. Tuhan melihat apa yang tersembunyi. Justru karena hal itu dilakukan dalam sunyi maka berkenan di hati-Nya.

Rut tidak tahu bahwa kasihnya kelak membawa berkat besar-ia menjadi bagian dari garis keturunan Raja Daud, bahkan Yesus Kristus (Mat. 1:1-17). Ini membuktikan bahwa kasih yang dilakukan dalam sunyi pun dipakai-Nya untuk menggerakkan rencana besar.

Mari kita belajar dari Rut, mengasihi dalam sunyi, serta percaya bahwa Tuhan tidak pernah lalai mewujudkan rencana-Nya melalui kasih yang kita hidupi sepenuh hati. --SAP/www.renunganharian.net


KASIH TANPA PAMRIH SELALU MAHAL HARGANYA; KETAKUTAN TIDAK MAMPU MEMBAYARNYA, KESOMBONGAN TIDAK MEMAHAMINYA, DAN TEMAN-TEMAN TIDAK PERNAH MELUPAKANNYA.-BOB GOFF


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media