MENDENGAR CERITA LANGIT

Baca: MAZMUR 19


Bacaan tahunan: Ezra 10

Alam semesta ciptaan Tuhan selalu menunjukkan siapa Tuhan, bercerita tentang Tuhan. Bahkan semua peristiwa bercerita tentang Tuhan yang selalu ada pada sisi baik di balik semua hal. Sebab itulah, Pemazmur berkata, "Langit menceritakan kemuliaan Allah ..." (ay. 2). Pertanyaannya, adakah semua orang mendengar tentang Tuhan dari cerita langit?

Mendengar cerita langit tentang Tuhan adalah karunia yang disediakan bagi semua orang, tetapi tak semua orang mendapatkannya. Ada orang yang secara filsafati menyangkal adanya Tuhan, meyakini Tuhan tidak ada. Ada juga yang percaya Tuhan ada, tetapi menyangkal Tuhan lewat praktik hidupnya, dan menjalani hidup seolah-olah Tuhan tidak ada. Bagi mereka, langit tidak bercerita tentang Tuhan.

Jadi, siapa yang mendengar cerita langit tentang Tuhan? Mereka yang seperti Pemazmur: memercayai Tuhan sepenuh jiwa, karib dengan Dia, dan membuka hati bagi-Nya. Bagi mereka, semua ciptaan dan peristiwa bercerita tentang Tuhan. Melihat fajar selalu terbit, mereka melihat kesetiaan Tuhan. Diguyur hujan di ujung kemarau, mereka melihat Tuhan yang tidak membeda-bedakan. Melihat yang patah hati bisa move on, mereka melihat Tuhan membalut luka jiwa. Semua hal membawa mereka kepada Tuhan. Sungguh membahagiakan.

Bagaimana dengan kita? Apakah yang kita dengar dari cerita langit? Kita dengarkah dari sana tentang Tuhan yang selalu baik itu, atau justru tidak? Apa pun jawab yang kita berikan, jawab itu menunjukkan di mana posisi kita: di posisi yang sama dengan Pemazmur, atau .... --EE/www.renunganharian.net


SAYA TAK BISA MEMBAYANGKAN BAGAIMANA ALAM SEMESTA BISA ADA TANPA SANG PENCIPTA.


Navigation

Change Language

Social Media