Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: YESAYA 42:5-9
Bacaan tahunan: Bilangan 5-6
Ada seorang pensiunan guru yang di masa tuanya aktif membimbing para remaja di kampungnya. Ia sedang menolong seorang remaja yang terperangkap dalam pergaulan buruk. Dengan setia ia memberikan pendampingan lewat teladan hidupnya yang jujur dan penuh kesabaran. Lambat laun anak itu menyadari kesalahannya dan berubah. "Pak Guru memberi saya mata untuk melihat hidup yang benar, " kata anak itu. Tanpa banyak kata, keteladanan hidup sang guru telah membuka mata anak itu yang selama ini "buta".
Nabi Yesaya menubuatkan sosok Hamba Tuhan, yang akan datang untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa dan membuka mata orang-orang buta; bukan hanya kebutaan fisik, tetapi juga kebutaan rohani (ketidakmampuan melihat kebenaran Allah). Nubuatan itu digenapi dalam diri Yesus Kristus. Keteladanan hidup-Nya selama di dunia dan kesetiaan-Nya hingga mati di kayu salib, telah membuka mata manusia yang dibutakan oleh dosa hingga melihat terang kebenaran dan keselamatan dari Allah.
Kita hidup di tengah dunia yang sesak oleh kerusakan moral, banyak orang mengalami kebutaan rohani. Mereka tidak tahu arah, tidak mengenal kebenaran, dan berjalan dalam kebinasaan. Dan sebagai orang yang telah dicelikkan Kristus, kita dipanggil untuk menjadi terang yang membuka mata hati orang-orang yang buta akan kebenaran. Bukan hanya lewat kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata: integritas, kepedulian, dan kasih. Keteladanan hidup kita adalah "mata" bagi mereka yang belum melihat terang Kristus. --SYS/www.renunganharian.net
HIDUP YANG MENCERMINKAN KRISTUS ADALAH TERANG YANG MEMBUKA MATA HATI MEREKA YANG MASIH BUTA AKAN KEBENARAN.
Please sign-in/login using: