MAKAN IKAN

Baca: Lukas 24:36-49


Bacaan tahunan: Kisah Para Rasul 23-25

Jack, pemilik restoran di Australia, menyediakan 70 paket makanan gratis setiap hari kepada para mahasiswa mancanegara yang saat pandemi menyerbu tak punya cukup uang saku, termasuk untuk makan sehari-hari. Ketika diwawancarai, ia menjelaskan mengapa ia berbuat seperti itu. Ternyata, ia memenuhi pesan ayahnya. Beliau berkata, manusia diberi dua tangan, satu untuk menerima, satu lagi untuk memberi.

Makan ikan memiliki makna istimewa bagi murid-murid Yesus. Itu selalu mengingatkan mereka akan pembagian roti dan ikan kepada ribuan orang. Betapa roti dan ikan mengalir bergilir tiada henti melalui kedua tangan mereka. Dengan tangan satu mereka menerima, dengan tangan lain mereka meneruskan kepada rekannya sampai semua makan dan kenyang. Kini, sekali lagi, kenangan itu dihidupkan tatkala Yesus yang bangkit itu meminta ikan untuk disantap bersama (ay. 42-43). Otomatis tangan mereka bergerak. Yesus sedang menyiapkan kesadaran mereka bahwa sesudah Dia kembali (ke surga), tugas mereka ialah menjadi "tangan-tangan" Yesus untuk melakukan yang diminta-Nya.

Tangan adalah anugerah kehidupan. Dengannya kita bisa membuat sebuah gagasan jadi pekerjaan. Kerinduan jadi kenyataan. Tangan terulur terangkai bersinambung sanggup menjadikan inspirasi menjadi terealisasi. Tuhan sangat peduli akan bagaimana kita memakai tangan-tangan kita. Sebab, melaluinya banyak sekali pekerjaan-Nya akan menjadi nyata: yang terasing dijangkau, yang sakit disembuhkan, dalam kesesakan dilegakan, yang susah dihiburkan, yang panik ditenangkan, yang putus asa melihat terang pengharapan. --PAD/www.renunganharian.net


KEDUA TANGAN KITA MAMPU MENCIPTA DUNIA YANG LEBIH BAIK BAGI SEMUA PENGHUNINYA.-NELSON MANDELA


Navigation

Change Language

Social Media