KUASA ATAS ALAM

Baca: MARKUS 4:35-41


Bacaan tahunan: Kejadian 32-34

Evan, ketua pelaksana acara anak muda berskala nasional, merasa sangat bersyukur ketika acara yang berlangsung selama tiga hari penuh itu berjalan lancar. Faktor cuaca yang baik juga menjadi hal penting yang membuatnya memuji Allah karena beberapa hari sebelum acara hujan cukup sering turun, bahkan disertai badai. "Saya tak bisa membayangkan kalau kemarin hujan sebentar saja, bisa jadi acara outdoor yang kita rancang akan terkendala," ucapnya saat bersaksi. "Untung tidak hujan karena Tuhan mendengar seruan doa kita."

Hujan memang peristiwa alam yang biasa, apalagi bagi kita yang tinggal di negara tropis di mana hujan dan panas bergantian sepanjang tahun. Namun, dalam kondisi tertentu kita tetap memerlukan campur tangan Allah, Pribadi yang berkuasa di alam semesta ini. Peristiwa meredanya badai dalam hardikan Yesus hanyalah salah satu bukti bahwa Tuhan berkuasa atas alam ini, yang harus tunduk di bawah otoritas-Nya. Kita juga ingat bahwa pada masa Elia hujan pernah tidak turun selama tiga setengah tahun atas kehendak Allah (Yak. 5:17).

Terkait peristiwa alam, memang ada kehendak dan kedaulatan Allah yang tak bisa dilawan. Namun, sebagai umat-Nya kita tetap boleh meminta, sambil tetap bersyukur atas apa pun jawaban dari-Nya. Sejauh itu bukan perkara pemuasaan keinginan, pemaksaan kehendak pribadi, atau kemegahan diri, rasanya Allah tidak keberatan untuk campur tangan melalui peristiwa alam, supaya kita dapat menyadari ada Pribadi yang berkuasa dan mendengar doa umat-Nya.
-GHJ/www.renunganharian.net


ALLAH BEROTORITAS ATAS ALAM, TETAPI KEDAULATAN-NYA JUGA HARUS DISADARI OLEH UMAT-NYA


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media