KETIKA BERKAT MELIMPAH

Baca: 1 RAJA-RAJA 10:14-29


Bacaan tahunan: Ayub 13-16

Salomo adalah seorang raja yang sangat sukses dan tersohor. Diberkati dengan hikmat, kekayaan, dan kejayaan oleh Tuhan.

Namun di tengah berkat kesuksesan, hatinya kepada Tuhan berubah. Dia jatuh pada penyembahan berhala. Dalam 1 Raja-raja 11 dikatakan bahwa adapun Raja Salomo mencintai banyak perempuan asing. Di samping anak Firaun, ia mencintai perempuan-perempuan Moab, Amon, Edom, Sidon dan Het. Padahal tentang bangsa-bangsa itu TUHAN telah berfirman kepada orang Israel: "Janganlah kamu bergaul dengan mereka dan mereka pun janganlah bergaul dengan kamu, sebab sesungguhnya mereka akan mencondongkan hatimu kepada allah-allah mereka." Sikap hati Salomo yang berubah, dan berpaling dari Tuhan membuat Tuhan murka. Ia tidak lagi mengikuti perintah Tuhan, justru berbalik mengkhianati dan menyakiti hati Tuhan. Salomo bukannya mempermuliakan Allahnya, tapi malah jatuh ke dalam dosa di saat berkat Tuhan sedang ia nikmati.

Ketika berkat melimpah, bagaimana sikap hati kita di hadapan Tuhan? Apakah kita semakin mengasihi Tuhan, atau sebaliknya melupakan-Nya? Betapa banyak Tuhan telah memberkati, namun terkadang kita tidak menyadari hati kita sering berubah. Sebelum diberkati, kita rajin berdoa, ibadah, bersikap rendah hati dengan siapa pun. Ketika berkat Tuhan sudah kita terima, kita menjadi orang yang berbeda. Lupa berdoa, lupa ibadah, menjadi sombong, bermegah dan bangga dengan apa yang kita miliki. Hati kita tidak lagi terfokus pada Tuhan, melainkan pada berkat materi yang kita miliki. Ketika berkat melimpah, mari tetap rendah hati, pautkan hati dengan Tuhan, Sang Pemberi Berkat. --ESE/www.renunganharian.net


KITA DIBERKATI AGAR SEMAKIN MEMPERMULIAKAN, MENYENANGKAN HATI TUHAN SERTA MENJADI BERKAT UNTUK SESAMA.


Navigation

Change Language

Social Media