KESALEHAN DAN PENDERITAAN

Baca: MAZMUR 69


Bacaan tahunan: Yosua 12-15

Sekalipun hidup saleh, Daud mengalami tekanan dan kesulitan yang nyaris membuatnya putus asa. Penderitaannya bukan hanya secara fisik atau batin, melainkan juga secara sosial. Daud menghadapi banyak tantangan dari manusia. Banyak orang memusuhinya tanpa sebab yang jelas. Mungkin ada yang cemburu, menganggapnya sebagai ancaman, atau ada intrik politik.

Kesalehan tidak memberi jaminan bebas dari penderitaan, malah sering mengundang perlawanan. Ya, hidup benar bukan berarti hidup mudah. Kesalehan sejati justru sering diuji melalui tekanan dan penderitaan. Bahkan tantangan yang dihadapi Daud datangnya dari orang-orang terdekatnya. Ia ditolak oleh saudaranya sendiri, dihina oleh sesama bangsanya.

Daud sangat terluka, tetapi tidak menemukan penghiburan dari manusia. Karena itu, Daud berseru kepada Tuhan, memohon belas kasih-Nya. Daud menyerahkan pembalasan terhadap musuh-musuhnya kepada Tuhan. Daud juga berkomitmen tetap memuliakan Tuhan di tengah penderitaannya. Sebab, ia yakin bahwa Tuhan mendengar orang miskin dan tidak menolak orang yang mencari Dia. Buahnya, penderitaan Daud justru menjadi berkat yang menguatkan jutaan orang hingga kini (termasuk kita) melalui Mazmurnya.

Jika Tuhan mengizinkan penderitaan terjadi, tak perlu bertanya "mengapa". Bukankah Alkitab berulang kali menegaskan bahwa orang benar akan menghadapi kesulitan? Hal yang terpenting adalah senantiasa berpegang teguh kepada Tuhan dalam segala keadaan. Karena bagi orang percaya, penderitaan hanyalah jalan menuju kemuliaan. --EBL/www.renunganharian.net


KETIKA KITA BERPEGANG TEGUH KEPADA TUHAN PENDERITAAN KITA DIPAKAI-NYA MENJADI KESAKSIAN YANG MENGUATKAN.


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media