Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: FILIPI 4:10-20
Bacaan tahunan: Keluaran 19-21
Saya terkejut membuka kiriman foto berisi setruk pengiriman uang dengan nominal sepuluh juta lebih, yang dilakukan oleh komunitas kami untuk membantu Heni, saudara seiman yang sedang membutuhkan dukungan biaya pengobatan. Sekitar tiga hari sebelumnya informasi mengenai kesehatan Heni disampaikan, mengetuk hati banyak orang yang mengenalnya untuk ikut berdonasi. Ada pula yang menyediakan waktu untuk menjenguk, guna memberi penguatan secara langsung agar Heni tidak merasa berjuang sendirian.
Dunia ini tampak sedang bergerak ke arah sikap mementingkan diri sendiri. Kepedulian mulai terkikis, bahkan ketika mengetahui ada orang yang sedang membutuhkan bantuan secara nyata, sedikit tangan yang terulur untuk membantu. Kesibukan dan rutinitas kerja juga tak jarang menjadi alasan sehingga sekadar menjenguk atau menyapa lewat pesan singkat atau telepon pun mungkin jarang dilakukan. Namun, dari kisah pengalaman Paulus hari ini kita dapat belajar arti kepedulian yang sejati. Umat Tuhan bersehati mendukung pelayanan Paulus dengan mengirimkan bantuan, yang diakui Paulus sebagai tindakan "mengambil bagian dalam kesusahan" (ay. 14) dan suatu korban yang disebutnya: persembahan yang harum di hadapan Allah (ay. 18).
Sesungguhnya orang percaya tak pernah dipanggil untuk hidup mementingkan diri sendiri. Setiap kebaikan Tuhan yang pernah dialami, mulai dari pengampunan dosa hingga berkat dalam segala bentuk, kiranya bertumbuh menjadi kepedulian kepada sesama, terutama kepada mereka yang sedang membutuhkan. --GHJ/www.renunganharian.net
DALAM HATI YANG DIPENUHI KASIH ALLAH ADA KEPEDULIAN YANG DIGERAKKAN OLEH KASIH ITU.
Please sign-in/login using: