Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: AMSAL 23:1-8
Bacaan tahunan: Keluaran 28-29
Banyak orang bingung bagaimana meneruskan hidup dengan kondisi ekonomi yang buruk seperti saat ini. Banyak yang kemudian mencoba masuk ke pasar saham, kripto, atau terlibat pinjaman online. Mereka bermimpi ingin menjadi Warren Buffet, pialang saham termasyhur, dan orang-orang kaya lainnya berkat permainan kurs atau mata uang kripto. Namun, ketika mereka mulai masuk ke dunia saham, bukannya untung, malah justru rugi besar.
Alkitab selain meminta kita meninggalkan niat untuk menjadi kaya, juga memberi gambaran bijak tentang kekayaan. Dikatakan bahwa kekayaan itu laksana bersayap, dapat tiba-tiba terbang tinggi dan lepas dari jangkauan. Bahkan, Rasul Paulus memperingatkan orang-orang kaya agar mereka tidak tinggi hati dan tidak berharap pada sesuatu yang tidak pasti seperti kekayaan (1Tim. 6:9). Sebaliknya, sandaran kita seharusnya pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberi kita segala sesuatu untuk dinikmati. Berkebalikan dari mengejar kekayaan, kitab Ibrani justru mengajarkan agar kita mencukupkan diri dengan apa yang ada pada kita. Tuhan berjanji tidak akan membiarkan dan sekali-kali tidak akan meninggalkan kita (Ibr. 13:5).
Tentu tidak salah untuk mengumpulkan saham dan memperoleh laba. Bahkan, kita juga perlu mempelajarinya agar tidak terjebak dalam kerugian. Meskipun demikian, kita tidak dapat mengharapkan atau mengandalkan kekayaan. Karena apa pun di dunia ini dapat lenyap seketika. Sebaliknya, kita perlu memercayakan diri kepada Tuhan. Dialah pemelihara hidup kita. --HEM/www.renunganharian.net
JANGAN PUNYA NIAT MENJADI KAYA. KITA PERLU BELAJAR BERSANDAR PADA ALLAH YANG MEMELIHARA HIDUP KITA.
Please sign-in/login using: