KASIH YUSUF

Baca: KEJADIAN 37:12–17


Bacaan tahunan: Kisah Para Rasul 7–8

Yusuf dibenci saudara-saudaranya karena Yakub-ayah mereka-lebih mengasihi Yusuf. Ditambah lagi cerita Yusuf tentang mimpi-mimpi yang mengandung nubuatan, yang dialaminya. Hal itu membuat saudara-saudaranya merasa iri. Namun demikian Yusuf tidak membalas perbuatan saudara-saudaranya dengan sikap serupa. Yusuf tetap mengasihi mereka.

Kasih Yusuf dibuktikannya saat Yakub memintanya menemui saudara-saudaranya yang sedang menggembalakan kambing domba dekat Sikhem. Bukan sekadar mengiyakan, Yusuf menjalankannya dengan tulus. Seandainya tidak ada ketaatan dan kasih dalam hati Yusuf, ia bisa saja menolak. Atau setidaknya ia memilih untuk pulang setelah sampai di Sikhem tanpa menemukan mereka. Tetapi Yusuf memilih melanjutkan pencariannya. Ia tetap mencari saudara-saudaranya sampai ketemu, sekalipun pertemuan itu ternyata membuahkan penderitaan baginya.

Mengapa Yusuf mau taat kepada bapanya? Mengapa Yusuf masih saja mengasihi saudara-saudara yang membencinya? Tidakkah Yusuf kecewa ketika kasihnya kepada saudara-saudaranya dibalas dengan perbuatan jahat? Bagaimana perasaan Yusuf mengingat mimpi-mimpinya yang ternyata bertolak belakang dengan kenyataan yang terjadi? Alkitab tidak mencatat kisah Yusuf yang membalas kebencian dan kejahatan saudara-saudaranya. Pun protes Yusuf kepada Allah dalam menjalani proses yang rumit dan sulit. Yusuf melakukannya karena ia taat kepada Allah. Ya, ketaatan kepada Allah membuat Yusuf selalu berusaha setia menyatakan kasih. Bagaimana dengan kehidupan kita?
-EBL/www.renunganharian.net


TAAT KEPADA ALLAH ADALAH ALASAN BAGI KITA UNTUK TETAP SETIA DALAM KASIH DI TENGAH SITUASI YANG SULIT SEKALIPUN


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media