JANGAN KOMPROMI!

Baca: Bilangan 22:2-35


Bacaan tahunan: Markus 12-13

Bayangkan seseorang datang kepada kita untuk meminta pendapat! Dengan senang hati kita mengemukakan apa yang kita pikir benar. "Kupikir bukan begitu, " ia menyela. Kemudian panjang lebar ia menuturkan pendapatnya. "Begini baru benar, " katanya.

Sikap serupa dimiliki oleh Bileam. Sebenarnya, saat pertama Balak mengirim utusan untuk memintanya mengutuki bangsa Israel, Tuhan sudah berfirman: "Janganlah engkau pergi bersama-sama dengan mereka, janganlah engkau mengutuk bangsa itu, sebab mereka telah diberkati" (ay. 12). Namun saat Balak kembali mengirim utusan, keteguhan hati Bileam tergoncang. Faktanya, dalam diri Bileam ada keinginan untuk mendapat banyak harta! Itu sebabnya sekali lagi ia mencoba bertanya kepada Tuhan (ay. 19). Bileam mencoba mengkompromikan kehendak Tuhan dengan keinginan hatinya. Tuhan mengizinkannya pergi (ay. 20), dan sebagai gantinya Dia mengambil urapan dari dalam dirinya. Ironis, urapan itu kemudian berpindah kepada seekor keledai! Keledai Bileam menyadari kehadiran Malaikat Tuhan berdiri di jalan dengan pedang terhunus di tangan, sedangkan mata Bileam tidak melihat apa-apa (ay. 23).

Firman Tuhan adalah pedoman kehidupan. Jangan pernah kita mencoba mengkompromikan kebenaran di dalamnya dengan keinginan hati kita! Jika hari ini kita sudah mengenal dan memahami firman Tuhan, maka lakukanlah firman itu dengan segenap hati! Tidak bijaksana mengabaikan petunjuk Tuhan, lalu mengikuti keinginan hati sendiri. Bukan keuntungan nanti kita dapatkan, namun kerugian dan penyesalan. --LIN/www.renunganharian.net


SAAT KITA MENGKOMPROMIKAN KEBENARAN FIRMAN DENGAN KEYAKINAN KITA, SAAT ITULAH KITA SUDAH TIDAK TAAT KEPADA TUHAN.


Navigation

Change Language

Social Media