DEMI KONTEN

Baca: 2 KORINTUS 2:12-17


Bacaan tahunan: Matius 23-24

Sejak aktif menjadi youtuber, seorang pemuda menjadi sering berbagi. Setidaknya sekali dalam seminggu ia sisihkan hartanya untuk disumbangkan kepada orang yang membutuhkan. Tak lupa, ia selalu merekamnya dalam bentuk video, untuk kemudian diunggahnya sebagai konten dalam kanal youtube-nya. Hasilnya, luar biasa! Penonton dan pengikutnya melonjak tajam sehingga ia memperoleh penghasilan yang besar dari kontennya itu.

Paulus yang mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan Yesus berkesempatan untuk mengambil keuntungan dari pelayanannya. Ketika jemaat yang diajarnya tampak menolak Injil, ia bisa saja membumbui ajarannya demi memuaskan keinginan mereka. Atau, ia bisa meminta imbalan uang kepada jemaat yang terberkati dengan ajarannya. Namun Paulus tidak melakukannya. Ia tidak mau menodai pelayanannya dengan rupa-rupa kecemaran. Paulus tidak mau bertindak seperti pengkhotbah lain yang rela melunakkan tuntutan Injil demi memperoleh uang, penghormatan dan kesuksesan.

Kesalehan dan perbuatan baik orang beriman harus tertuju pada kemuliaan Tuhan. Bukan demi uang, ketenaran, kehormatan atau kesuksesan duniawi. Bukankah motivasi keuntungan diri sama saja memperdagangkan kebenaran Tuhan? Apa pun hasilnya, entah ditolak atau diterima, Injil harus dihidupi secara murni, sebagaimana kita menerimanya dari Tuhan. Di sinilah hati nurani kita diuji. Adakah kita memiliki ketulusan hati dalam mengikut Dia sehingga yang kita lakukan senantiasa bersumber dari kebenaran ajaran-Nya alih-alih mencari keuntungan pribadi? --EBL/www.renunganharian.net


INJIL DAN KEBENARAN FIRMAN TUHAN BUKAN JAJANAN REMEH YANG LAYAK DIOBRAL UNTUK MENCARI KEUNTUNGAN.


Navigation

Change Language

Social Media