BERSEDIH DI ATENA

Baca: KISAH PARA RASUL 17:16-34


Bacaan tahunan: Ulangan 5-7

Setelah mengunjungi sebuah pulau yang menjadi destinasi wisata favorit banyak orang, teman saya mengungkapkan tanggapannya, "Pulaunya memang sangat bagus. Tapi saya sangat sedih menyaksikan penduduknya. Di mana-mana mereka mengadakan pemujaan berhala. Di semua tempat, mereka mempersembahkan sesajen. Mereka belum mengenal Tuhan."

Pengalaman demikian telah lebih dahulu dirasakan oleh Paulus saat ia tiba di Atena, Yunani. Sekalipun negeri itu menjadi muasal lahirnya para pemikir yang memengaruhi dunia hingga saat ini, namun mereka tidak memiliki pengenalan akan Allah yang sejati.

Menariknya, mereka sangat tekun beribadah (ay. 22). Paulus pun belajar mengenal orang-orang Atena (ay. 17, 23) dan akhirnya beroleh kesempatan untuk berbicara di forum resmi mereka. Maka ia pun berbicara tentang Allah sebagai Pencipta dan Pemelihara ciptaan-Nya, yang menghendaki semua orang bertobat dan diselamatkan melalui Kristus Yesus, Anak-Nya. Walau banyak yang mengejeknya, namun beberapa orang menjadi percaya dan menjadi cikal bakal jemaat di sana (ay. 32, 34).

Bagaimana reaksi kita menyaksikan begitu banyak orang yang belum mengenal Kristus? Setiap hari kita mungkin bertemu dan berinteraksi dengan mereka. Sebagian mereka bahkan begitu giat dalam ritual peribadatan yang mereka tahu. Namun Alkitab memberitahu kita bahwa hanya di dalam Kristuslah kita beroleh keselamatan dan dapat hidup berkenan pada Allah. Kiranya pemahaman ini menggerakkan kita untuk membagikan Kristus kepada orang lain. --HT/www.renunganharian.net


JIKA KITA PERCAYA BAHWA MANUSIA DI LUAR KRISTUS TERHILANG ADANYA, SEHARUSNYALAH KITA TERGERAK UNTUK MEMBERITAKAN-NYA KEPADA MEREKA.


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media