Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: YOHANES 19:28-30
Bacaan tahunan: 1 Samuel 28-31
Manusia termasuk salah satu makhluk hidup yang mendiami bumi. Mereka duduk, berdiri, berjalan, melompat, atau berlari. Manusia dikatakan "hidup" karena adanya embusan napas dari hidung. Diamati sebagian manusia tidak bersemangat menjalani hidup. Penyebabnya ialah keputusasaan. Mungkin telah dialami kehancuran rumah tangga atau kebangkrutan usaha. Atau mungkin telah didengar vonis penyakit mematikan dari dokter. Tiada lagi sesuatu yang menyenangkan untuk diharapkan terjadi di masa depan. Ibaratnya mereka hidup seakan sudah mati. Sekadar hidung mengembus napas, tetapi tidak lagi merasakan antusias saat duduk, berdiri, berjalan, melompat, atau berlari.
Serupa keadaan manusia saat jatuh ke dalam dosa. Mereka dilanda keputusasaan karena yang tampak di depan mata hanyalah maut. Syukur kepada Allah, Dia merancangkan karya keselamatan (lih. Kej. 3:15). Allah merelakan Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal untuk turun ke dunia dan menanggung segenap dosa manusia dengan mati di atas kayu salib. Dari atas salib itu terdengar Yesus berseru, "Sudah selesai, " yang artinya telah terlaksana karya keselamatan dari Allah. Detik itu juga manusia merasakan hidup yang benar-benar hidup. Terbentang harapan akan sesuatu yang sangat menyenangkan terjadi di masa depan, yakni kehidupan kekal.
Maut adalah jurang keputusasaan yang paling dalam. Namun, Yesus telah mengangkat kita dari sana. Mustahil Dia tidak memiliki kesanggupan untuk melepaskan kita dari pergumulan hidup. Sadari akan kebenaran ini dan kembalilah bersemangat. Apa pun kesukaran yang kini terjadi, serahkan saja kepada Tuhan di dalam doa. Harapkan mukjizat yang pasti dinyatakan oleh Tuhan, dan sesudahnya mari kita hidup secara benar-benar hidup. --LIN/www.renunganharian.net
YESUS MATI UNTUK MEMBERIKAN KEPADA KITA KEHIDUPAN YANG PENUH PENGHARAPAN, SEMANGAT, DAN SUKACITA.
Please sign-in/login using: