EN ID

Renungan Harian

WARISAN ABADI

04 July 2026

Baca: PENGKHOTBAH 5:10-19


Bacaan tahunan: Mazmur 106-107

Seorang pria tua bernama Pak Danu meninggal dunia di usia 82 tahun. Ia bukan orang kaya, tak punya rumah mewah atau harta melimpah. Namun, saat pemakamannya, ratusan orang hadir. Tampak para tetangga, mantan murid, rekan gereja, bahkan mereka yang pernah ia bantu secara diam-diam. Mereka datang karena ingin mengenang kasih, ketulusan, dan teladan hidupnya. Warisan Pak Danu bukanlah harta benda, tapi jejak kehidupan yang begitu berdampak di hati orang-orang yang mengenalnya.

Penulis kitab Pengkhotbah mengingatkan bahwa mengejar kekayaan tanpa arah yang benar adalah sia-sia. Ada orang bisa bekerja keras dan mengumpulkan harta, tetapi tetap gelisah dan tidak menikmati hidup. Ayat 11 menyoroti paradoks ini: orang yang bekerja keras dan hidup sederhana justru tidur nyenyak, sementara orang kaya yang serakah tidak tenang hidupnya. Mengapa? Karena hartanya justru membawa kekhawatiran, kecemasan, dan beban. Sebaliknya, orang biasa yang bekerja dengan jujur dapat tidur dengan nyenyak karena hatinya dipenuhi ketenangan.

Kebenaran firman Tuhan hari ini membuat saya bertanya, apa yang akan kita wariskan setelah kita tiada? Warisan abadi sejatinya bukanlah rekening bank, melainkan karakter, kasih, iman, dan pengaruh yang kita tinggalkan dalam hidup orang lain. Apa yang kita tabur hari ini, kepada keluarga, komunitas, dan pelayanan, akan menjadi warisan rohani yang terus hidup. Kiranya kebenaran ini mengingatkan kita untuk hidup dengan tujuan kekal, yakni mewariskan hati yang disentuh oleh kasih Kristus melalui hidup kita. --SYS/www.renunganharian.net
WARISAN TERBESAR BUKAN APA YANG KITA TINGGALKAN DI TANGAN ORANG, TAPI APA YANG KITA TANAM DI HATI SETIAP ORANG.

Komentar

Login terlebih dahulu untuk berkomentar
Alkitabku

Masuk untuk berkomentar

Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.

Pengaturan Baca