AYAH YANG MENUNGGU JALAN PULANG

Baca: LUKAS 15:11-24


Bacaan tahunan: Mazmur 9-16

Kadang kita baru mengerti kasih ayah setelah kita lelah, saat dalam keadaan susah, terjepit, saat kesulitan keuangan, saat keputusan kita salah, atau saat hidup tak seindah rencana.

Kisah anak yang hilang menggambarkan seorang ayah yang tetap menunggu. Ia tidak menutup pintu, tidak menghapus nama anaknya, dan tidak menghitung-hitung pengurbanannya untuk membuat sang anak menyadari kesalahan dan mau kembali. Sebelum anaknya mengatakan sesuatu dan meminta maaf, saat anak itu masih jauh, sang ayah berlari mendapatkannya, memeluk, dan menciumnya. Itulah gambaran kasih yang mendahului pertobatan: kasih yang memberi jalan pulang.

Banyak ayah di dunia ini meniru secuil hati itu: mereka mungkin tegas, tetapi diam-diam menyiapkan tempat untuk kembali. Mereka mungkin tidak selalu bisa menolong dengan sempurna, tetapi mereka berusaha hadir dengan cara yang mereka tahu. Hari Ayah mengajak kita berkata, "Terima kasih, Ayah, karena engkau tidak menyerah saat aku sulit. Terima kasih karena kesabaranmu lebih panjang daripada kesalahanku." Dan untuk ayah yang hatinya pernah terluka oleh anak-anaknya, kiranya bagian ini memberikan penguatan: kasih yang mau menunggu tidak akan sia-sia ketika kita serahkan pada Tuhan.

Bila hubunganmu dengan ayah renggang, jangan tunggu momen tertentu. Mulailah dengan langkah kecil, lalu biarkan Tuhan mengerjakan yang besar. Menghormati ayah bukan menutup luka, tetapi memilih jalan pemulihan. Buat satu langkah pulang hari ini. Jika ayahmu masih ada, temui atau telepon dan ucapkan terima kasih. Jika sudah tiada, doakan keluargamu dan wariskan kasih itu kepada generasi berikutnya. --TMN/www.renunganharian.net


AMBILLAH JALAN PULANG KARENA HATI BAPA MENUNGGU DENGAN KASIH-NYA YANG TAK TERBATAS.


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media