Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: KELUARAN 17:8-16
Bacaan tahunan: Ayub 38-39
Seorang pendaki gunung bersaksi sesaat setelah keberhasilannya menaklukkan sebuah gunung, "Aku tidak akan pernah sampai di puncak tanpa teman-temanku." Ia menceritakan saat pendakian yang berat, saat kakinya lelah, hampir menyerah dan napasnya tersengal, saat itulah teman-temannya bergantian memegang tangannya, memberinya air, dan mendorong semangatnya untuk terus melangkah. Saat di puncak, ia menangis bukan karena lelah, tetapi karena menyadari bahwa kemenangannya datang dari topangan teman-temannya.
Saat bangsa Israel berperang melawan Amalek, kemenangan mereka bergantung pada tangan Musa yang terangkat kepada Tuhan. Namun, Musa tetaplah seorang manusia yang tidak selamanya terus mampu mengangkat tongkat dengan kedua tangannya, ia penat dan menurunkan tangannya. Namun, Harun dan Hur tidak membiarkan pemimpinnya itu berjuang sendirian. Mereka menopang kedua tangannya hingga matahari terbenam dan Israel pun menang!
Sebagai orang percaya, kita pun sering mengalami kelelahan. Lelah dalam bekerja, dalam doa, pelayanan, dan dalam menghadapi pergumulan hidup. Ada masa di mana iman kita begitu lemah dan tangan kita jatuh. Di situlah kita membutuhkan topangan tangan Tuhan yang hadir melalui topangan tangan saudara seiman. Doa-doa, perhatian, dan kehadiran mereka meneguhkan kita untuk tetap berdiri. Topangan tangan Harun dan Hur memperlihatkan kepekaan terhadap kelelahan sesama, siap menopang dan mendoakan mereka. Apakah kita bersedia menyerahkan tangan-tangan kita untuk dipakai Tuhan menjadi sarana untuk menopang hidup orang lain yang lelah? --SYS/www.renunganharian.net
SAAT KITA LELAH, TUHAN MENGULURKAN TANGAN-NYA DAN BEKERJA MELALUI TEMAN-TEMAN SEIMAN YANG SALING MENOPANG.
Please sign-in/login using: