SETARA APEL EMAS

Baca: AMSAL 25:11


Bacaan tahunan: 1 Tawarikh 28-2 Tawarikh 1

Tak lama setelah berbalas pesan WhatsApp (WA) mengenai kekalahan saya dalam perlombaan catur antar-RW, keponakan saya menulis, "Nggak apa-apa, Om. Tetap semangat!" Tampak sederhana, tetapi perkataan itu seperti guyuran air hujan yang meredakan panas hati saya, yang masih belum menerima kekalahan itu. "Memang betul bahwa Tuhan dapat memakai siapa saja untuk menjadi alat-Nya, " gumam saya merenungkan momen itu.

Berbicara tentang perkataan, ada jenis perkataan yang menurut penulis Amsal sangat berharga, ibarat apel emas di pinggan perak. Itulah perkataan yang disampaikan tepat pada waktunya, yang akan berdampak positif bagi penerima perkataan itu. Tulisan juga termasuk di dalamnya karena berisi rangkaian kalimat yang dapat dibaca oleh orang lain. Orang yang bijaksana mengerti kapan waktu yang tepat untuk mengucapkan "perkataan apel emas" itu, yang dapat berupa nasihat, saran, kritik, atau teguran keras yang mungkin bisa membuat kurang nyaman atau menyinggung perasaan. Mungkin tak banyak kata yang keluar, tetapi akan terasa pas, sesuai waktu dan kebutuhan.

Setiap hari atmosfer di sekitar kita dikelilingi oleh banyak sekali perkataan yang sebagian terdengar tanpa makna, bahkan sia-sia. Tentu hal ini sangat disayangkan, karena sebagai orang percaya kita dapat dipakai Allah untuk mengucapkan jenis perkataan yang berharga. Mari berdoa supaya diri kita dapat dipakai-Nya untuk dapat menyajikan "apel emas di pinggan perak" kepada sesama, yang tentu sangat membutuhkan perkataan jenis ini. --GHJ/www.renunganharian.net


KUALITAS PERKATAAN TIDAK DINILAI DARI BANYAKNYA KATA, TETAPI DAMPAK DARI KATA YANG TERUCAP.


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media