Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: KISAH PARA RASUL 18:1-26
Bacaan tahunan: 1 Tawarikh 15-17
Priskila dan Akwila bukanlah pengkhotbah besar atau tokoh terkenal. Mereka hanyalah suami istri yang bekerja sebagai pembuat kemah. Namun, di balik kesederhanaan mereka, Tuhan menaruh hati yang besar untuk melayani sesama. Mereka membuka rumahnya, menerima Paulus, dan dari sana berita Injil meluas. Bahkan ketika mereka bertemu Apolos, seorang pengkhotbah fasih, tetapi belum memahami keselamatan secara utuh, mereka tidak menghakiminya di depan umum. Dengan kasih, mereka mengundangnya ke rumah dan menjelaskan jalan Allah dengan sabar dan lembut.
Apa yang ditunjukkan Priskila dan Akwila menunjukkan bahwa melayani Tuhan tidak selalu dilakukan di mimbar, tetapi juga di tempat kerja, di rumah, atau dalam percakapan sehari-hari. Priskila dan Akwila bekerja dengan tangannya, tetapi juga melayani dengan hati. Mereka tidak memisahkan pekerjaan dan iman, keduanya berjalan bersama untuk memuliakan Tuhan. Iman mereka bukan teori, tetapi nyata dalam tindakan membangun, meneguhkan, dan mengajar orang lain tentang kebenaran Allah.
Belajar dari Priskila dan Akwila, saya diingatkan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan dengan iman dapat menjadi ladang pelayanan. Di tempat kerja, di rumah, atau di mana pun kita berada, Tuhan bisa memakai kita untuk menguatkan dan menuntun orang lain kepada kebenaran. Yang kita butuhkan bukanlah sebuah mimbar, tetapi hati yang setia dan telinga yang peka terhadap kehendak Allah. --SYS/www.renunganharian.net
MELAYANI TUHAN BUKAN SOAL MIMBAR, TETAPI TENTANG KESETIAAN MENYATAKAN KEBENARAN DI MANA PUN KITA BERADA.
Please sign-in/login using: