Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: YOHANES 14:4-7
Bacaan tahunan: 2 Raja-raja 6-8
Penyair Antonio Porchia berkata, "Before I travelled my road, I was my road." Sebelum aku tempuh jalanku, aku sendirilah jalan itu. Itu bukan kata-kata biasa. Itu ungkapan sarat penyesalan atas kesombongan yang selama ini merajai hati.
Ada saat ketika kita begitu yakin akan pikiran kita sendiri: merasa tahu arah hidup, tahu mana yang benar, merasa diri pemilik kebenaran. Namun, ketika perjalanan kita tempuh dan kita terbanting-banting di sana, kita sadar bahwa hidup tidak tunduk pada peta yang kita buat bahwa jalan yang kita kira kita kuasai ternyata begitu luas, begitu dalam, begitu misterius melampaui angan kita.
Tuhan bersabda, "Akulah jalan."
Tuhan tidak berkata, "Mari, Aku tunjukkan jalanmu, " tetapi, "Akulah jalan." Dia bukan sekadar penunjuk arah. Dialah Sang Jalan itu. Maka, berjalan dalam iman bukanlah usaha untuk menegakkan kebenaran kita, melainkan memberikan diri dibimbing oleh-Nya, juga meski arah-Nya tak selalu kita mengerti.
Sebelum menempuh perjalanan, kita sering merasa tahu segalanya. Namun, ketika perjalanan kita tempuh-ketika luka, kehilangan, dan keheningan menjadi guru-kita belajar bahwa kebijaksanaan lahir dari kerendahhatian bahwa berjalan bersama Kristus berarti menyerahkan gagasan tentang "jalanku" kepada Dia, Sang Jalan itu sendiri.
Maka, doa kita semestinya bukan, "Tuhan, tunjukkan aku jalanku, " melainkan, "Bawalah aku di jalan-Mu." Ketika kita berhenti menjadi jalan kita sendiri dan berjalan dalam tuntunan kasih-Nya, ketika itulah kita menemukan damai. --EE/www.renunganharian.net
BERJALAN BERSAMA KRISTUS BERARTI MENYERAHKAN GAGASAN TENTANG "JALANKU" KEPADA DIA, SANG JALAN ITU SENDIRI.
Please sign-in/login using: