Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: YOHANES 16:16-33
Bacaan tahunan: 2 Samuel 16-18
Ketika Yesus berbicara kepada para murid, suasana penuh dengan ketegangan. Sebab, bayangan perpisahan, pengkhianatan, dan penderitaan sudah dekat. Para murid gelisah; hati mereka campur aduk antara takut dan tidak percaya terhadap apa yang sedang dan akan terjadi. Dalam situasi seperti inilah Yesus menutup pengajaran-Nya dengan kata-kata yang menenangkan, "Aku telah mengalahkan dunia." Mengapa dalam situasi tegang Yesus malah mengatakan demikian? Tidakkah ucapan itu mengingkari kenyataan?
Jelas, Yesus tidak pernah mengingkari kenyataan. Ia dengan jujur menyatakan bahwa dunia ini penuh penderitaan dan tekanan. Namun, Ia tidak berhenti pada kabar tentang kesulitan. Ia memberikan perspektif baru, yakni ada damai sejahtera yang lahir dari kemenangan-Nya. Inilah inti penghiburan iman kristiani-bukan sekadar optimisme, melainkan kepastian bahwa Kristus sudah menang. Ia menaklukkan kuasa dunia.
Tentu saja, damai sejahtera yang dimaksudkan-Nya bukan berarti bahwa hidup ini tanpa masalah. Murid-murid-Nya tetap menghadapi penolakan dan aniaya. Namun, di balik semua itu, ada kepastian yang menguatkan: mereka tidak berjalan sendirian. Kehadiran Yesus yang telah menang, membuat mereka mampu menghadapi badai yang mengadang.
Begitu pula kita. Hidup sesehari, dengan segala masalahnya, kadang membuat kita hampir menyerah. Namun, janji Yesus tetap sama, "Kuatkanlah hatimu." Sebab, Ia sudah menang. Karena itu, mari kita memandang hidup ini dari perspektif kemenangan Kristus. Saat tertekan, tetaplah teguh. Saat merasa takut, tetaplah percaya. Damai sejahtera-Nya nyata karena Dia sendirilah sumbernya. --SAP/www.renunganharian.net
KEMENANGAN DALAM KRISTUS MENOLONG KITA HIDUP DALAM KESADARAN AKAN KEBESARAN DAN KECUKUPAN-NYA.-BETH MOORE
Please sign-in/login using: