DI SANA KITA MENDENGAR

Baca: FILIPI 2:1-11


Bacaan tahunan: 2 Samuel 4-7

Karena dosa-dosa, kita semua dikuasai kebinasaan. Kita tidak mampu membebaskan diri. Hanya ada satu jalan yang memungkinkan kita bisa selamat, yakni jika Tuhan berkenan turun menyelamatkan kita. Dan, itulah yang Tuhan lakukan: Kristus, Allah Yang Maha Tinggi itu, mengosongkan diri, menanggalkan kemuliaan-Nya, merendahkan diri menjadi manusia untuk menyelamatkan kita.

Karya Kristus yang mengosongkan diri itu menunjukkan kepada kita bahwa hanya yang tinggi yang bisa turun demi yang rendah, hanya yang kuat yang bisa mengalah bagi yang lemah. Karya Kristus itu juga menyadarkan kita pada kenyataan bahwa hanya yang mampu berjalan cepat yang bisa menunggu; hanya yang bebas yang bisa mengikatkan diri.

Apa arti semua itu bagi kita?

Di sekitar kita, banyak orang yang hidup jelata di bawah, yang lemah tak berdaya, yang hanya bisa beringsut lambat, yang terpasung pelbagai belenggu. Dalam Kristus yang mengosongkan diri itu, kita mendengar ajakan agar siapa pun ada di tempat tinggi mau turun bagi mereka yang jelata di bawah, agar mereka yang kuat rela mengalahkan diri bagi mereka yang lemah, agar orang yang mampu berlari cepat bersedia menunggu mereka yang hanya bisa beringsut lambat, agar mereka yang bebas bersedia mengikatkan diri pada kewajiban-kewajiban moral demi sesama yang terikat pelbagai belenggu.

Memandang Kristus yang mengosongkan diri itu, tergerakkah kita untuk berbelas kasihan kepada mereka yang patut dibelaskasihani? Tuhan mendengar pengakuan yang kita katakan dalam hati. --EE/www.renunganharian.net


BELAS KASIHAN KEPADA MEREKA YANG LEMAH ADALAH TANDA KEAGUNGAN.-MYLES MUNROE


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media