EN ID

Renungan Harian

TAK TERGUGAT

11 April 2024

Baca: ULANGAN 32:34-43


Bacaan tahunan: 2 Samuel 22-24

Hak prerogatif tidak pernah dapat dilepaskan dari keistimewaan yang melekat pada diri seorang kepala negara di Indonesia. Hak istimewa ini berkaitan dengan hukum dan undang-undang di luar kekuasaan badan-badan perwakilan. Keputusan presiden untuk menggunakan hak prerogatif mengisyaratkan kemandirian yang bertanggung jawab. Isyarat penting yang erat berkaitan dengan kemaslahatan bagi bangsa dan negara.

Sebagai Sang Pencipta Kehidupan (Ul. 32:6), Tuhan pun memiliki hak istimewa atas diri manusia. Hak mutlak untuk menghakimi dan menghukum setiap orang (2Tim. 4:1; Ibr. 10:30; 1Ptr. 4:5). Itulah sebabnya, setiap orang percaya yang mengakui kedaulatan Tuhan, Hakim yang adil (Mzm. 7:12), akan menahan diri untuk menghakimi (Mat. 7:1) dan membalas perbuatan jahat orang atas dirinya (Rm. 12:17).

Pembalasan merupakan hak Tuhan (ay. 35) dan tidak pernah terpisahkan dari keadilan-Nya. Tak seorang pun yang dapat menghindar darinya (ay. 39). Dia pasti akan memberi keadilan (ay. 36) secara adil dan benar, tiada kecurangan (Ul. 32:4). Keadilan Tuhan tidak pernah berpihak, karena ia bertumpu di atas prinsip kebenaran: membalas setiap orang setimpal dengan perbuatannya (Rm. 2:6).

Penghakiman dan penghukuman adalah hak mutlak Tuhan yang tak tergugat. Hak istimewa yang mengisyaratkan tiada seorang pun berhak untuk menghakimi dan menghukum sesamanya. Keadilan-Nya menjamin kepuasan lantaran setiap orang mendapat balasan yang setimpal dengan perbuatan masing-masing.
-EML/www.renunganharian.net
PENEGAKAN KEADILAN, YANG MEMBALAS ORANG SETIMPAL DENGAN PERBUATANNYA, MENANDAI HAK ISTIMEWA TUHAN YANG TAK TERGUGAT

Komentar

Login terlebih dahulu untuk berkomentar
Alkitabku

Masuk untuk berkomentar

Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.

Pengaturan Baca