PERNIKAHAN YANG INDAH

Baca: Efesus 5:22-33


Bacaan tahunan: Kisah Para Rasul 11-13

Akhir-akhir ini begitu banyak kasus perceraian terjadi. Lebih parahnya, perceraian tersebut dilatarbelakangi karena kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan oleh suami kepada istrinya. Sang suami memukuli istrinya. Sang istri sakit hati dan menggugat cerai suaminya. Sepertinya mereka sudah lupa janji suci yang pernah mereka ikrarkan saat mereka menikah.

Paulus mengingatkan kepada jemaat Efesus perihal hubungan suami istri. Untuk menciptakan sebuah pernikahan yang indah, pertama, seorang istri harus tunduk kepada suaminya (ay. 22). Jelas, seorang istri harus tunduk kepada suami dengan rasa hormat terhadap suaminya (ay. 33). Kedua, seorang suami harus mengasihi istrinya seperti Kristus mengasihi jemaat (ay. 25). Kasih yang harus dimiliki oleh seorang suami adalah kasih yang mau berkurban untuk istrinya. Kasih yang tidak egois. Ketiga, menerapkan prinsip satu daging (ay. 31). Suami dan istri bukan lagi dua melainkan satu. Jika istri menderita, suami ikut merasakan penderitaan istri, dan sebaliknya. Jika dalam pernikahan, suami-istri menerapkan prinsip ini, suami tidak mungkin menyakiti istrinya (ay. 28), dan sebaliknya.

Ada sebuah ungkapan: "Beautiful wedding is easy, but beautiful marriage is different things." Membuat acara pernikahan menjadi indah adalah hal yang mudah, tetapi membuat perjalanan pernikahan menjadi indah bukanlah hal yang mudah. Sebuah pernikahan tidak dinilai dari megahnya acara pernikahan, tetapi dari bagaimana perjalanan pernikahan itu sendiri. --SPP/www.renunganharian.net


BEAUTIFUL WEDDING IS EASY, BUT BEAUTIFUL MARRIAGE IS DIFFERENT THINGS.


Comments powered by Disqus

Navigation

Change Language

Social Media