"MENGIMANI" KEKUATAN KURSI

Baca: Matius 8:5-13


Bacaan tahunan: 1 Korintus 10-13

Apakah Anda terbiasa memeriksa kekuatan sebuah kursi sebelum memutuskan mendudukinya, sekadar memastikan kursi itu aman? Rasanya, kemungkinan besar kita tidak akan melakukannya. Entah bagaimana, kita dapat "mengimani" bahwa kursi itu akan cukup kuat menopang berat tubuh kita. Bertolak dari ilustrasi tadi, ada satu pertanyaan yang perlu kita renungkan: "Jika kita begitu percaya pada kekuatan sebuah kursi, mengapa kita terkadang tidak memiliki keyakinan yang sama kepada Tuhan, terutama pada masa-masa sulit?"

Tentu berbeda kondisi perjuangan hidup yang membutuhkan iman dibandingkan perkara menduduki kursi. Namun, nas renungan hari ini mengajar kita bahwa iman bukanlah sesuatu yang rumit untuk dipraktikkan, karena kita dapat menerima hasil dari iman itu! Perwira di Kapernaum ini mengerti bahwa otoritas dan kuasa yang Yesus miliki berbeda dengan pribadi yang lain, sehingga memunculkan iman dalam dirinya. Iman yang tak hanya membuat Yesus heran, tetapi mendatangkan kesembuhan untuk hamba dari perwira itu! Frasa "jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya" menjadi kunci dalam kisah ini, yang mengarah pada kualitas iman dari perwira itu bahwa Yesus pasti mampu menyembuhkan hambanya.

Iman memang berkaitan erat dengan pengenalan kita akan Allah. Semakin kita mengenal Dia, maka seharusnya kita semakin mudah percaya kepada-Nya, bahkan dalam kondisi paling sulit sekalipun! Jadi, apakah yang kita khawatirkan atau pergumulkan saat ini? Berserulah kepada-Nya dengan iman dan terimalah jawaban-Nya! --GHJ/www.renunganharian.net


JIKA TUHAN SANGGUP MENOPANG HIDUP KITA, MENGAPA KITA MASIH KHAWATIR?


Navigation

Change Language

Social Media