PANCARAN CAHAYA PENGHARAPAN

Baca: KEJADIAN 5


Bacaan tahunan: Efesus 4-6

Api unggun di tengah malam yang dingin sungguh berguna. Ventilasi udara di dalam ruangan yang pengap memberi kesegaran. Cahaya lilin di tengah kegelapan menghadirkan kelegaan dan ketenangan. Anggukan kepala penuh pengertian menghiburkan hati yang sedang dipenuhi ketakutan akan ancaman dan tuntutan. Ya, di tengah situasi masing-masing, semuanya menghadirkan perbedaan dan memberi penghiburan, bukan?

Ucapan Lamekh tentang putranya bukan sekadar harapan seorang ayah terhadap anaknya, melainkan gambaran akan masa depan anak itu. Kelak Nuh memang akan hidup berbeda dengan masyarakat sezamannya-ia disebut "mendapat kasih karunia di mata TUHAN" dan "seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah" (Kej. 6:8-9). Di tengah-tengah bumi yang rusak dan terhukum, Nuh terpilih untuk hidup bersinar. Bahkan ia menakhodai bahtera yang menjadi sarana kelepasan dari bencana semesta. Tak heran, namanya terkait dengan perannya yang memberi penghiburan bagi kaum sezamannya.

Tuhan menciptakan kita bukan untuk sekadar meniru apa yang dilakukan oleh semua orang. Dia ingin kita menciptakan perbedaan. Bersinar. Memberikan inspirasi. Membangkitkan motivasi. Menawarkan kontribusi dan solusi. Menyejukkan hati, menyalakan asa. Jangan malah menambah keruh dan pekat dunia yang sudah kenyang kebobrokan dan kesusahan ini. Siapakah orang yang hari ini akan terhibur karena perjumpaannya dengan Anda dan saya? --PAD/www.renunganharian.net


SETIAP KITA DICIPTAKAN UNIK AGAR KEUNIKAN ITU MEMANCAR SEBAGAI CAHAYA PENGHARAPAN BAGI SEKITAR.


Navigation

Change Language

Social Media