PENTINGNYA DASAR YANG KOKOH

Baca: MATIUS 7:21-27


Bacaan tahunan: Mazmur 46-51

Suatu ketika saya mendapat tugas untuk melakukan pekerjaan yang baru. Jenis pekerjaan yang sama sekali asing, sehingga saya semakin sadar akan kelemahan saya dan harus belajar dari nol. Syukurlah ada seorang yang ditugaskan untuk menjadi mentor, yang mengajarkan saya dari hal-hal yang paling mendasar. Ia pun tidak ingin terburu-buru, demi memastikan agar pemahaman saya sudah "memenuhi syarat" dan cukup kokoh menopang dan melancarkan pekerjaan saya kelak.

Firman Tuhan hari ini juga berbicara mengenai dua macam dasar: pasir dan batu. Sekilas ketika di atas kedua dasar itu didirikan bangunan seperti tidak ada masalah. Namun, ketika bangunan itu mengalami ujian berupa terpaan hujan dan badai, akan terbukti dasar manakah yang kuat menopang bangunan di atasnya. Yesus menyamakan orang yang mendengar sabda-Nya tetapi tidak melakukannya seperti orang yang mendirikan rumah di atas pasir. Pada masa-masa tenang mungkin tak terlihat ada masalah, tetapi ketika badai hidup menerpa maka kokoh atau hancurnya kehidupan seseorang akan menguak seberapa kuat fondasi hidup yang dijalaninya.

Penekanan Yesus pada bagian melakukan firman menjadi kunci, di mana tidak cukup bagi seorang percaya hanya mendengar, mengerti, atau menghafal firman Tuhan. Selama firman itu tidak dilakukan, maka tidak menambah kekuatan apa pun terhadap fondasi kehidupan seorang percaya. Bagaimana kira-kira kekuatan fondasi kehidupan Anda, apakah sangat rapuh seperti pasir atau cukup kuat seperti batu karang? Waktu dan ujian kehidupan yang akan membuktikan semuanya! --GHJ/www.renunganharian.net


TANPA DASAR YANG KOKOH, BANGUNAN SEMEGAH APA PUN AKAN MUDAH SEKALI HANCUR.


Navigation

Change Language

Social Media