PENERAPAN PRAKTIS

Baca: Yakobus 2:14-26


Bacaan tahunan: Nahum 1 - Habakuk 3

Dalam sebuah pertemuan pendalaman Alkitab, pemimpin kelompok berinisiatif untuk memberikan contoh penerapan praktis Yakobus 2:14-16. Ia bertanya, siapa di antara anggota kelompoknya yang pada saat itu mengalami kekurangan uang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Dua orang mengangkat tangan. Ia lalu meminta anggota yang lain untuk memberikan persembahan kasih kepada kedua orang itu. Besarnya terserah, sesuai dengan kemampuan dan dorongan hati masing-masing.

Saya teringat betul kejadian itu karena salah seorang yang mengangkat tangan tadi tidak lain adalah saya sendiri. Saat kemudian saya menjadi pemimpin kelompok, beberapa kali saya mempraktikkan hal serupa. Dan hasilnya selalu mengesankan. Bukankah praktik senantiasa jauh lebih membekas dalam ingatan daripada sekadar teori?

Firman Tuhan tidak dimaksudkan hanya sebagai pengetahuan, tetapi sebagai kebenaran yang mengubahkan hidup. Kebenaran itu akan menjadi nyata ketika kita menerapkannya. Kita sering didorong untuk membaca firman Tuhan, mempelajari, dan merenungkannya. Hal-hal itu sangat baik, tetapi tidak boleh menjadi suatu tujuan akhir. Sebagai tindak lanjutnya, kita perlu meminta hikmat dari Tuhan untuk menerapkan kebenaran itu secara praktis dalam kehidupan kita sehari-hari. Dengan demikian, firman itu "menjadi daging" dalam diri kita, membentuk kita semakin serupa dengan karakter Kristus. Penerapan praktis yang selaras dengan kebenaran firman Tuhan inilah yang akan menyempurnakan iman kita. --Habakuk/www.renunganharian.net


FIRMAN TUHAN ADALAH KEBENARAN YANG DIMAKSUDKAN UNTUK MENGUBAHKAN POLA PIKIR, SIKAP HATI, DAN GAYA HIDUP KITA.


Navigation

Change Language

Social Media