MATAHARI UNTUK SEMUA

Baca: Matius 5:38-48


Bacaan tahunan: Hosea 1-6

Menanam secara hidroponik saat ini semakin tren. Kita bisa melakukannya dengan lahan dan sarana terbatas. Untuk perorangan, bisa dilakukan dengan peralatan sederhana, misalnya botol bekas air mineral yang dipotong menjadi dua. Bagian bawah untuk tempat larutan nutrisi, bagian atas untuk tempat tanaman. Nah, botol bagian bawah tersebut harus ditutup sekelilingnya dengan isolasi hitam. Mengapa? Supaya sinar matahari tidak menerobos masuk dan membuat lumut ikut bertumbuh. Kita hanya menginginkan tanamannya, bukan gulmanya. Pemikiran yang manusiawi, bukan?

Namun, berbeda dengan Allah. Kendati ia membenci kejahatan, Ia tetap "menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan menurunkan hujan bagi orang yang tidak benar." Ia tidak menghalangi mereka menikmati kebaikan-Nya. Ia tetap mengasihi semua orang, apa pun tingkah polah mereka.

Sebagai anak-anak-Nya, kita diminta untuk meneladani-Nya: mengasihi musuh-musuh kita dan berdoa bagi mereka. Ini adalah perintah yang "tidak manusiawi." Karena, sebagai manusia, kita pasti sulit melaksanakannya, daging kita pasti menolak. Sebaliknya, ini adalah perintah ilahi. Kita tidak mampu jika hanya mengandalkan kekuatan sendiri. Dengan bantuan Allah Roh Kudus sajalah kita sanggup melakukannya. Ia yang akan melembutkan hati kita dan memampukan kita untuk mengampuni dan kemudian mengasihi. Lalu, di mana bagian kita? Mengambil keputusan untuk mau mengasihi dan bersedia mengambil langkah konkret untuk membuktikannya. --TAF/www.renunganharian.net


SAAT KITA BISA MENGASIHI LAWAN, SAAT ITULAH KITA MERAIH KEMENANGAN YANG SESUNGGUHNYA.


Navigation

Change Language

Social Media