TETAP MENDUKUNG

Baca: 1 TAWARIKH 22


Bacaan tahunan: Matius 18-20

Salah satu ambisi terbesar Daud ialah membangun Bait Allah. Saat itu, ia telah menjadi raja Israel dan telah membangun istananya yang megah, setelah ia mengalahkan musuh-musuh Israel. Daud tahu, semua yang diperolehnya adalah karena anugerah Tuhan. Ironisnya, tabut Tuhan-simbol kehadiran Tuhan di tengah umat-Nya-tetap berada di bawah tenda (1Taw. 17:1). Lalu, ia ingin membangun sebuah rumah yang megah untuk Tuhan. Namun, Tuhan menolak kerinduan hati Daud. Alasannya, karena Daud telah menumpahkan banyak darah. Tuhan pun memberitahunya bahwa Salomo, anaknya, yang akan mendirikan rumah itu bagi-Nya.

Bagaimana reaksi Daud? Ia sepenuhnya tunduk kepada Tuhan. Ia menerima kehendak Tuhan dengan rendah hati. Namun ia tidak begitu saja lepas tangan. Ia membagikan kerinduan itu kepada Salomo. Ia juga menunjukkan dukungannya dengan menyediakan berbagai persiapan yang dibutuhkan agar kelak Salomo lebih mudah melaksanakannya. Daud menyediakan sangat banyak emas, perak, tembaga, besi, kayu, batu, serta para ahli bangunan (ay. 14-15).

Tindakan Daud ini menolong saya memahami bahwa jika saya ingin melakukan sesuatu yang saya yakini menyenangkan hati Tuhan, namun Dia memilih orang lain yang melakukannya, maka tindakan terbaik saya ialah mendukungnya sepenuh hati. Karena Tuhan tahu siapa yang paling tepat untuk Dia pakai. Yang lebih penting ialah, Tuhan dimuliakan melalui pekerjaan-pekerjaan dan pelayanan anak-anak-Nya. --HT/www.renunganharian.net


MARI TETAP MENDUKUNG PEKERJAAN-PEKERJAAN TUHAN, SEKALIPUN DIKERJAKAN OLEH TANGAN-TANGAN ORANG LAIN.


Navigation

Change Language

Social Media