Renungan Harian
VIRALKAN ATAU INGATKAN
30 November 2018
Ketika mengetahui seseorang telah melakukan tindakan yang bersimpangan dengan norma, hukum, atau tatanan masyarakat, tindakan apa yang kita lakukan? Saat mendengar kabar seorang tetangga melakukan perbuatan zina, misalnya. Apakah menegurnya dengan kasih supaya bertobat, atau menggosipkan dengan tetangga lain?
Daud telah menghina Allah dengan melakukan yang jahat di hadapan-Nya. Ia membunuh Uria memakai tangan orang lain. Kemudian Batsyeba, istri Uria, diambilnya sebagai istri. Allah mengutus Nabi Natan untuk mengingatkan Daud. Nabi Natan melakukan tugasnya dengan datang kepada Daud. Ia menceritakan kisah seorang kaya yang berlaku sewenang-wenang terhadap seorang miskin dengan cara yang sangat elok. Melalui kisah itu, ia mengajak Daud melihat dosa yang telah diperbuatnya hingga Daud pun menyadari bahwa Tuhan sedang menegurnya.
Sebagian orang lebih senang mengumbar keburukan orang lain daripada memberikan teguran dalam kasih yang bersifat membangun. Merasa senang melihat orang lain berkubang dalam dosa, bahkan memanfaatkannya untuk memamerkan kesalehan diri. Saat ini mungkin tidak ada lagi nabi utusan Allah. Namun, setiap orang percaya dikaruniai Roh Kudus untuk menjadi saksi Injil Allah, mewartakan damai sejahtera dalam kebenaran dan kasih. Alih-alih menyebarluaskan berita keburukan sesama, menegur mereka yang berbelok dari jalan Allah sambil menjaga diri dalam kekudusan adalah salah satu tindakan nyata yang mesti kita lakukan. --EBL/www.renunganharian.net
Daud telah menghina Allah dengan melakukan yang jahat di hadapan-Nya. Ia membunuh Uria memakai tangan orang lain. Kemudian Batsyeba, istri Uria, diambilnya sebagai istri. Allah mengutus Nabi Natan untuk mengingatkan Daud. Nabi Natan melakukan tugasnya dengan datang kepada Daud. Ia menceritakan kisah seorang kaya yang berlaku sewenang-wenang terhadap seorang miskin dengan cara yang sangat elok. Melalui kisah itu, ia mengajak Daud melihat dosa yang telah diperbuatnya hingga Daud pun menyadari bahwa Tuhan sedang menegurnya.
Sebagian orang lebih senang mengumbar keburukan orang lain daripada memberikan teguran dalam kasih yang bersifat membangun. Merasa senang melihat orang lain berkubang dalam dosa, bahkan memanfaatkannya untuk memamerkan kesalehan diri. Saat ini mungkin tidak ada lagi nabi utusan Allah. Namun, setiap orang percaya dikaruniai Roh Kudus untuk menjadi saksi Injil Allah, mewartakan damai sejahtera dalam kebenaran dan kasih. Alih-alih menyebarluaskan berita keburukan sesama, menegur mereka yang berbelok dari jalan Allah sambil menjaga diri dalam kekudusan adalah salah satu tindakan nyata yang mesti kita lakukan. --EBL/www.renunganharian.net
BUKAN MENJUAL KEBURUKAN SESAMA SUPAYA KITA DAPAT MENGAMBIL LABA, MELAINKAN MEMBAWA MEREKA KEMBALI KEPADA BAPA.


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.