TERNYATA ADA MAUNYA

Baca: Yosua 24:1-14


Bacaan tahunan: Mazmur 119

Seorang anak yang biasanya malas membantu orangtua tiba-tiba menjadi sangat rajin. Ia membantu ibunya mencuci piring setelah makan, memberi pijatan di pundak ayahnya, menyapu lantai, dan membereskan barang-barang yang berantakan di rumah. Kedua orangtuanya heran, sekaligus kegirangan. Malam harinya, si anak menemui kedua orangtuanya dan meminta uang jajan tambahan karena ada mainan baru yang ingin dia beli. Duh, ternyata ada maunya!

Bukankah kadang kita seperti anak kecil itu? Kita rajin berdoa, membaca Alkitab, datang ke gereja, ikut persekutuan, ikut pelayanan ini-itu, ikut perkunjungan, tetapi sebenarnya kita melakukannya karena mengharapkan berkat dari Tuhan. Kita bukan melakukannya dengan tulus hati, melainkan mengharapkan suatu keuntungan pribadi dari ibadah tersebut.

Pada akhir hidupnya, Yosua memberikan pesan yang sangat penting kepada bangsa Israel untuk beribadah kepada Tuhan dengan tulus dan ikhlas. Sebelum mengucapkan hal ini, Yosua terlebih dahulu menceritakan tentang karya dan kasih Tuhan yang luar biasa, dimulai dari masa Abraham, Ishak, Yakub, Musa hingga bangsa Israel mendiami tanah perjanjian. Yosua menceritakan semua itu karena ia ingin bangsa Israel beribadah kepada Tuhan bukan karena suatu pamrih, melainkan karena bersyukur atas kasih Tuhan yang begitu luar biasa dalam kehidupan mereka.

Pesan kepada bangsa Israel ini juga berlaku bagi kita. Kiranya kita beribadah sebagai ungkapan syukur atas kebaikan Tuhan dan untuk memberkati sesama. --NBT/www.renunganharian.net


IBADAH YANG TULUS IKHLAS DILANDASI OLEH KESADARAN AKAN KEBAIKAN TUHAN DAN KERINDUAN UNTUK MEMBERKATI SESAMA.


Comments powered by Disqus

Navigation

Change Language

Social Media