SIAPA YANG BERDOSA?

Baca: Yohanes 9:1-7


Bacaan tahunan: Efesus 1-3

Masih ada masyarakat yang memandang penyandang disabilitas, penderita cacat, atau orang berkebutuhan khusus sebagai penanggung akibat dosa orangtuanya. Sebagai contoh, salah satu siswa saya adalah anak pertama dari tiga bersaudara dan mereka semua penyandang disabilitas. Seseorang mengatakan, "Pasti ada yang salah dengan orang tuanya. Mereka harus mengoreksi diri apa dosa mereka. Masak ketiga anaknya semua seperti ini?"

Pertanyaan murid Yesus tentang siapa yang berdosa sehingga seorang anak terlahir buta, tentu saja, tidak terlepas dari pandangan masyarakat di sana. Bagaimana menurut Tuhan Yesus? "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia." Jawaban itu mengingatkan saya pada tujuan Tuhan menciptakan manusia, yaitu untuk kemuliaan-Nya. Tuhan ingin mencelikkan mata mereka bahwa Dia bisa memakai siapa saja sebagai alat untuk menyatakan kemuliaan-Nya.Tidak semua orang yang mengalami sakit berat disebabkan oleh dosa. Mzm. 73:1-14 menjelaskan bahwa orang benar dapat mengalami penderitaan hebat, sedangkan orang jahat malah tidak mengalaminya.

Kiranya kita tidak serta-merta mengaitkan disabilitas dengan dosa, tetapi menyatakan kasih terhadap mereka dengan menyadari bahwa keberadaan mereka adalah agar nama Tuhan dipermuliakan. Kita dapat belajar semakin bersyukur kepada Tuhan atas keberadaan kita dan bersedia dipakai oleh-Nya untuk memuliakan nama-Nya. --PCH/www.renunganharian.net


MASALAHNYA BUKAN SIAPA YANG BERDOSA, NAMUN PERNYATAAN KEMULIAAN ALLAH MELALUI MEREKA YANG MENYANDANG DISABILITAS.


Navigation

Change Language

Social Media