PERSAINGAN TERSEMBUNYI

Baca: Markus 10:35-45


Bacaan tahunan: 2 Tawarikh 18-20

Dalam sebuah pelayanan, tidak ada persaingan ketika pelayan hanya satu orang, tetapi ketika pelayan bertambah ada kemungkinan persaingan antarpelayan akan terasa. Sebuah persaingan untuk mendapat kedudukan dan tempat di hati jemaat. Hal itu terkadang didukung juga dengan sikap jemaat yang menggunakan rasa suka dan rasa dekat kepada pelayan sebagai ukuran. Sehingga akhirnya akan muncul pelayan favorit, atau kelompok-kelompok yang mendukung pelayan tertentu karena kedekatannya.

Murid-murid Tuhan Yesus bertengkar ketika Yakobus dan Yohanes meminta kedudukan dalam kemuliaan kelak, di kanan dan kiri Tuhan Yesus. Pertengkaran di antara dua belas murid juga terjadi ketika mereka mempertanyakan siapa yang terbesar di antara mereka (Mrk. 9:33-37). Ada persaingan di antara mereka untuk kedudukan dan siapa yang terbesar. Tetapi Tuhan Yesus memberikan kejutan bahwa murid-murid harus menjadi hamba dan pelayan bagi semua untuk menjadi yang besar dan terkemuka, tidak seperti yang mereka dan dunia pikirkan. Kedudukan dalam kemuliaan pun adalah hak Bapa di Surga untuk memberikan kepada siapa itu telah disediakan (Mat. 20:23), jadi bukan urusan murid-murid.

Apakah kita pernah tergoda untuk mendapatkan kedudukan dan ketenaran dalam pelayanan? Marilah sebagai anak-anak Tuhan, kita kembali kepada mengerjakan panggilan sebagai hamba yang melayani dengan baik dan setia (Mat. 25:21). Biarlah kita tidak mencari perkenan manusia dan dunia tetapi hanya perkenan Tuhan sebagai Tuan bagi kita. --ANT/www.renunganharian.net


ADAKAH LAGI PERSAINGAN UNTUK MENJADI BESAR DAN TERKEMUKA, KETIKA SYARATNYA HARUS MENJADI HAMBA DAN PELAYAN BAGI SEMUANYA?


Navigation

Change Language

Social Media