PANDANGLAH TUHAN

Baca: 1 Raja-raja 17:1-6


Bacaan tahunan: Ezra 3-5

Dalam menjalani panggilan hidup kita sebagai anak-anak Tuhan di dunia ini sering kali kita putus asa ketika pergumulan berat melanda. Pada tahap ini, kekhawatiran dan ketakutan menjadi pesaing utama Tuhan sehingga mata rohani kita melihat pergumulan kita lebih besar daripada kuasa dan pemeliharaan Tuhan.

Sejak awal melayani, Elia menghadapi medan yang tidak mudah. Raja Ahab sekeluarga menjadi teladan buruk bagi Israel dengan menjadi pemimpin yang berpaling dari Tuhan. Rakyat Israel pun turut serta dalam kejahatannya. Elia sang nabi ditugaskan untuk menyerukan pertobatan kepada Israel walaupun nyawa menjadi taruhannya.

Namun, Tuhan yang memanggil, Tuhan pula yang memelihara. Dalam berbagai situasi yang sulit, justru Tuhan hadir dengan cara yang tak disangka-sangka. Sungai Kerit, tempat persembunyian Elia yang dipilih oleh Tuhan, menjadi tempat yang rutin didatangi burung gagak untuk memberi Elia makan tiap pagi dan petang. Pemeliharaan Tuhan dengan cara khusus tersebut meneguhkan iman Elia bahwa dalam situasi sesulit apa pun, Tuhan tetap beserta.

Tentu saja kisah pemeliharaan Tuhan ini tidak berhenti dalam hidup Elia, tetapi berlanjut sampai saat ini dalam kehidupan kita masing-masing. Kesulitan yang kita hadapi ketika kita menaati firman Tuhan akan membuat kita semakin mengalami kehadiran Tuhan dalam hidup kita. Oleh karena itu, janganlah takut! Pandanglah Tuhan dan berharaplah senantiasa pada pertolongan-Nya. --NW/www.renunganharian.net


PENYERTAAN TUHAN DALAM PERGUMULAN YANG BERAT AKAN MENGHASILKAN KISAH HIDUP YANG DAHSYAT.


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media